MUI Lebak Minta ASN Disiplin Taati Larangan Cadar dan Celana Cingkrang

MUI Lebak Minta ASN Disiplin Taati Larangan Cadar dan Celana Cingkrang Menag Fachrul Razi. Foto: Antara

Covesia.com - Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lebak KH Ahkmad Khudori mengatakan pegawai aparatur sipil negara (ASN) atau PNS harus disiplin mentaati usulan Menteri Agama, Fachrul Razi, terkait larangan memakai cadar dan celana cingkrang.

"Saya kira jika larangan itu untuk penegakan disiplin tidak ada masalah bagi ASN, namun pemerintah tetap wajib memberikan toleransi kepada mereka. Sebab, pemakaian cadar dan celana cingkrang sebagai keyakinan keagamaan seseorang itu," katanya di Lebak, Senin (4/11/2019).

Pemakaian cadar untuk kaum muslimah merupakan hak seseorang untuk menutupi aurat dan celana sebatas mata kaki bagi muslimin akan diatur dalam peraturan menteri.

Masyarakat umum tidak ada larangan untuk pemakaian cadar dan celana cingkrang.

Pemerintah hanya usulan larangan pemakaian cadar dan celana cingkrang bagi ASN.

Sebab, ASN memiliki peraturan tersendiri sehingga harus dilaksanakan dalam upaya penegakan disiplin.

Karena itu, MUI meminta ASN tetap mentaati peraturan disiplin tersebut,katanya.

Menyinggung soal radikalisme, kata dia, pihaknya tidak relevan antara pakaian dengan radikalisme.

Sejauh ini, kata dia, pemerintah sangat berkomitmen penanganan radikalisme untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Kami yakin larangan ASN memakai cadar dan celana cingkrang hanya penegakan disiplin saja," katanya menegaskan.

Sebelumnya, kata dia, Menteri Agama mengatakan larangan menggunakan cadar bagi muslimah dan celana sebatas mata kaki bagi muslimin akan diatur dalam peraturan menteri.

ASN terikat aturan dalam berpakaian yang digunakan di lingkungan kantor pemerintahan.

Kementerian Dalam Negeri sudah menerapkan aturan berpakaian ASN dalam lingkungan kerjanya, yang diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 6/2016 tentang Pakaian Dinas di Lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah.

(ant/rdk)

Berita Terkait

Baca Juga