Kritik Pidato Jokowi, ICW Sebut Pemberantasan Korupsi Jadi Anak Tiri

Kritik Pidato Jokowi ICW Sebut Pemberantasan Korupsi Jadi Anak Tiri Joko Widodo (Detik.com)

Covesia.com - Indonesia Corruption Watch (ICW) mengkritik isi pidato perdana Presiden Joko Widodo (Jokowi) usai dilantik. Menurut ICW, isi pidato itu menunjukkan pemberantasan korupsi bakal menjadi anak tiri di periode kedua Jokowi.

"Pemberantasan korupsi dan reformasi lembaga penegak hukum akan masih menjadi anak tiri dalam pemerintahan mendatang. Padahal isu ini menjadi titik terlemah kinerja pemerintah selama satu periode sebelumnya. Padahal isu hukum dan Pemberantasan Korupsi semakin ditinggalkan justru akan menjadi beban bagi pemerintahan," kata Koordinator Divisi Korupsi Politik ICW Donal Fariz, dilansir covesia.com dari detik.com, Senin (21/10/2019). 

Jokowi memang tak mengangkat masalah pemberantasan korupsi dalam pidato perdananya. Dia mengatakan kalau isu pemberantasan korupsi memang jadi prioritas Jokowi seharusnya masalah tersebut disampaikan secara jelas dalam pidato seperti isu sumber daya manusia. 

"Kalau memang prioritas, tentunya akan disampaikan secara eksplisit seperti isu Sumber daya manusia dan infrastruktur," ujarnya.

Donal mengaku tidak terkejut dengan isi pidato Jokowi yang tak menyinggung pemberantasan korupsi. Dia pun menyoroti isu pemberantasan korupsi yang tak ada dalam pidato kemenangan Jokowi beberapa bulan lalu. 

"Bagi kami tidak mengagetkan karena pengabaian isu hukum dalam pernyataan resmi Jokowi memang sudah berkali-kali hal ini terjadi. Salah satunya dalam pidato kemenangan Jokowi di Sentul 14 Juli 2019 yang lalu yang juga tidak menyinggung pemberantasan korupsi sebagai prioritas pemerintah," ucapnya. 

Sebelumnya, Jokowi menyampaikan lima hal pokok yang menjadi target kerja di periode kedua, 2019-2024. Pidato itu disampaikan dalam acara pelantikan presiden dan wakil presiden di atas mimbar Ruang Sidang Paripurna, gedung Nusantara, kompleks parlemen, Minggu (21/10). 

Jokowi menyebut prioritas pertama adalah pembangunan sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang unggul. Kedua, Jokowi akan tetap membangun infrastruktur. Ini diperlukan untuk menggenjot perekonomian Indonesia. Ketiga, Jokowi ingin menyederhanakan regulasi. Keempat, penyederhanaan birokrasi. Terakhir adalah transformasi ekonomi. 

(lif/dtc)

Berita Terkait

Baca Juga