Mengapa Ubur-ubur Bluebottle Bisa Beranak-pinak di Pesisir Pantai Kota Padang?

Mengapa Uburubur Bluebottle Bisa Beranakpinak di Pesisir Pantai Kota Padang Bayi ubur-ubur bluebottle. Sumber: australianmuseum.net.au

Covesia.com - Ubur-ubur Bluebottle atau ubur-ubur biru kemarin (Kamis, 17/10/2019) dilaporkan beranak pinak dan ''bermain'' di perairan Pantai Pasir Jambak, Kelurahan Pasie Nan Tigo, Koto Tangah, Padang. Dua anak yang sedang mandi-mandi di pantai tersengat kawanan bayi ubur-ubur itu, sebut seorang nelayan Zailus Ikhlas kepada Covesia.com. 

"Bisa jadi kawanan bayi ubur-ubur ini merapat ke pantai karena angin selatan bertiup kencang saat ini," tutur Zul.

Dalam kasus ini, yang menjadi pertanyaan adalah, bagaimana kawanan ubur-ubur bluebottle ini bisa beranak-pinak di pesisir pantai Padang?, sementara sebelumnya disebutkan bahwa kawanan biota beracun ini telah mati dan tak lagi dijumpai.

Baca : Ubur-ubur Bluebottle Dilaporkan Beranak-pinak di Pantai Pasir Jambak, Dua Anak Tersengat

Mengutip dari laman australianmuseum.net.au, kasus kemunculan ubur-ubur "berpelampung" ini kerap terjadi di pantai-pantai Australia.

Bluebottle (Physalia utriculus) merupakan "pengunjung" musim panas yang umum terjadi di pantai Sydney, Australia. Kawanan bluebottle menjauh dari habitatnya akibat ditiup angin ke perairan dangkal, dan sering terdampar ke pantai.

Di pantai timur Australia, angin timur laut dan arus lebih hangat membawa mereka dan organisme lain yang membentuk armada (armada cnidaria kolonial) mengambang berwarna biru ke pantai-pantai ketika pasang surut. 

Baca juga : Soal Bayi Bluebottle di Pasir Jambak, Disparbud Padang: Dipastikan Dulu Keberadaan Koloninya

Pelampung, botol atau kantung pada bagian tubuh ubur-ubur inilah yang menjadi sebab utama mereka tiba di bibir pantai. 

Kasus yang terjadi di Pantai Pasir Jambak, Padang masih menjadi pertanyaan, apakah benar bluebottle berkembang-biak di sana? Atau, bayi-bayi bluebottle itu sampai ke bibir pantai karena faktor angin selatan yang masih mengarah ke perairan Kota Padang?  


Mengenal Botol/Kantung Bluebottle

Apung adalah botol atau kantung bluebottle berbentuk bulatan seperti buah yang ukurannya bisa melebihi 15 cm. Warnanya sebagian besar biru, meskipun margin bagian atasnya seperti menunjukkan nuansa hijau atau merah muda yang halus. 

"Float" pada bluebottle memiliki sifat aerodinamis dan dengan karakteristik menyerupai layar yang dapat berubah bentuk oleh kontraksi otot. 

Physalia ini, ber-layar sedikit miring ke bawah dan arahnya ditentukan oleh lengkungan pelampung dan ketahanan bawah air dari sisa koloni. Float dapat memproyeksikan ke kiri atau ke kanan.sesuai arah angin dan sebaliknya. Jadi, jika sudut berlayar dari satu bentuk mengarah mendekati daratan, makan mereka akan terdampar di pantai. Sementara koloni lain yang berlayar ke sisi berlawanan dari angin dapat "menyelamtakan" diri, sehingga tidak terdampar.

Kapan Bluebottle muncul?

Ubur-ubur bluebottel biasa ditemukan pada bulan-bulan musim panas di pantai timur Australia, dan selama musim gugur dan musim dingin di Australia Barat bagian selatan. Di perairan Indonesia, khususnya di wilayah Sumbar, kemunculan bluebottle hampir sama dengan Australia, di mana kemunculannya terjadi saat musim panas (kemarau) dan angin kencang dari selatan bertiup ke arah pesisir pantai.

Seberapa Bahayakah  Bluebottle bagi Manusia?

Bagi kebanyakan orang, disengat oleh hewan ini memang tidak menimbulkan dampak yang berbahaya. Tapi pada sebagian anak-anak, orang lanjut usia, dan orang yang alergi terhadap racun ubur-ubur dalam kasus yang ekstrem, dapat menyebabkan komplikasi lebih lanjut.

(rdk)

Berita Terkait

Baca Juga