Terkait Kebebasan Berpendapat di Media Sosial, Akademisi : Tak Sadar Bermedia Bisa Dipidana

Terkait Kebebasan Berpendapat di Media Sosial Akademisi  Tak Sadar Bermedia Bisa Dipidana Dosen Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Imam Bonjol Sheiful Yazan

Covesia.com - Masyarakat Indonesia pengguna media sosial diharapakan lebih berhati-hati dalam berkomentar maupun mengunggah foto. Hal itu akan membahayakan dirinya jika tak sadar dalam menggunakan media sosial. 

Dosen Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Imam Bonjol, Sheiful Yazan menerangkan, UU ITE memang mengharapkan masyarakat lebih sadar dalam penggunaan media sosial. "Yang dimaksudkan adalah kesadaran untuk membatasi hak dalam berpendapat untuk kenyamanan orang banyak," ucapnya, Rabu (16/10/2019).

Sheiful menyatakan, kesadaran bermedia harus sejajar dengan perkembangan teknologi. Ia berpendapat, bahwa masyarakat Indonesia, literasi medianya tidak sinkron dengan perkembangan teknologi. "Masih 10 persen masyarakat Indonesia yang menyadari tentang UU ITE," katanya.

"Sebuah tulisan atau foto yang netizen kirim itu akan banyak kesalahannya jika dia tidak sadar fungsi media yang ia pegang, hampir seluruh lapisan masyarakat melakukan hal itu termasuk remaja dan dewasa," tuturnya. 

Sheiful mengatakan, Undang-Undang berpendapat di media sosial bukan hanya diatur dalam negeri, namun juga telah diterapkan di luar negeri. "Maka dari itu, menyadari penggunaan media sangat penting di negara ini," lanjutnya. 

Dalam kajian komunikasi, Sheiful memaparkan, kebebasan berpendapat memliki koridornya tersendiri, karena di dalam itu juga masuk koridor kebebasan orang lain yang akan terlanda. 

"Kadang ada masyarakat terlanjur berkomunikasi yang juga melanggar privasi orang lain, jadi disana bukan masalah perampasan berpendapat," paparnya. 

Pria yang akrab disapa Kang Ipul oleh mahasiswanya menyebutkan, jenis komentar yang akan dipidana adalah menyangkut kenyamanan seseorang atau merasa harga dirinya tersinggung. "Tak sadar bermedia bisa dipidana," ujarnya.

"Orang bersangkutan bisa saja melaporkan ke pengadilan jijka dirinya tersinggung di media sosial, yang lebih berbahaya orang yang memiliki kekusaan eksekutif yang melaporkan hal tersebut," sebutnya. 

Seperti diketahui, Kemenkominfo telah membuat aturan yakni undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Jika netizen dianggap melanggar pasal yang ada di UU ITE maka mereka bisa dipidanakan bahkan membayar denda.

Kontributor: Muhammad Iqbal

Berita Terkait

Baca Juga