Jaringan Pelaku Penusukan Wiranto Terungkap Lagi, Polisi: NAS Telah Berbaiat ke Abu Bakr Al Baghdadi

Jaringan Pelaku Penusukan Wiranto Terungkap Lagi Polisi NAS Telah Berbaiat ke Abu Bakr Al Baghdadi Penggeledahan rumah kontrakan tersangka teroris di Bekasi / Foto: ANTARA FOTO/Arisanto

Covesia.com -  Densus 88 Antiteror menggeledah rumah kontrakan tersangka terorisme berinisial NAS di Tambun, Bekasi. NAS ternyata masih satu jaringan dengan pelaku penusukan Menko Polhukam, Wiranto. 

Rumah NAS yang digeledah itu terletak di Karang Satria, Tambun Utara, Bekasi. Densus 88 menemukan buku panduan jihad, Dabiq buku ISIS, buku al-Khilafah, hingga buku 'Tiada Khilafah Tanpa Tauhid dan Jihad'. Polisi menyebut NAS adalah bagian dari Khilafatul Muslimin, seperti dilansir detikcom, Senin (14/10/2019). 

"Tersangka merupakan bagian dari Khilafatul Muslimin," kata Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Candra Kusuma kepada wartawan.

NAS, disebut Candra, juga telah berbaiat kepada pemimpin ISIS, Abu Bakr Al Baghdadi, bersama dengan kelompok Abu Zee. 

"(NAS) pernah membahas tentang khilafah bersama dengan kelompok Abu Zee," ujarnya.

Fazri Pahlawan alias Abu Zee merupakan pimpinan kelompok JAD Bekasi yang ditangkap pada 23 September lalu. Jaringan Abu Zee ini akhir-akhir ini mencuat terlebih setelah insiden penusukan Menko Polhukam Wiranto di Pandeglang, Banten, pada Kamis (10/10) lalu.

Pelaku penusukan, yaitu Syahrial Alamsyah alias Abu Rara, masih termasuk jaringan Abu Zee. Abu Rara dan Abu Zee pernah sekali bertemu. Mereka juga sempat berkomunikasi lewat media sosial.

Sebelumnya, Tim Densus 88 Antiteror Polri menangkap terduga teroris inisial TH di sebuah rumah di Bambu Larangan, Cengkareng, Jakarta Barat. Sama seperti NAS, TH juga berbaiat bersama Abu Zee. 

"Keterlibatan, kelompok media sosial yang mendukung ISIS/Daulah. Berbaiat kepada Al Baghdadi bersama dengan kelompok Abu Zee," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada wartawan, Jumat (11/10/2019).

TH juga diduga mengetahui perencanaan aksi amaliyah kelompok Abu Zee. Dia juga disebut sudah mengikuti pelatihan atau idad.

Kembali ke Abu Rara dan penusukan Wiranto, polisi menyebut Abu Rara melakukan aksinya itu karena terpicu penangkapan Abu Zee. Dia merasa takut akan ditangkap polisi menyusul adanya penangkapan jaringan teroris dari kelompoknya itu. 

"Baru 2 hari ini sebetulnya Abu Rara merasa takut, stres, dan tertekan setelah mendengar ketuanya dia kemudian kelompok Abu Zee tertangkap," ungkap Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (11/10/2019).

Seperti diketahui, Abu Rara menyerang Wiranto yang tengah melakukan kunjungan di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10). Abu Rara mengajak istrinya saat melakukan aksi teror itu. 

Berita Terkait

Baca Juga