Hanum Rais Dilaporkan soal Cuitan Wiranto, Ini Tanggapan Partai Amanat Nasional

Hanum Rais Dilaporkan soal Cuitan Wiranto Ini Tanggapan Partai Amanat Nasional Hanum Salsabiela Rais (Detik.com)

Covesia.com - PAN angkat bicara soal kadernya Hanum Salsabiela Rais yang dilaporkan ke polisi terkait cuitan di akun Twitter. PAN menyebut pelaporan itu tak punya dasar sama sekali karena tidak ada nama yang disebut Hanum dalam cuitan tersebut.

"Saya menilai fakta hukum yang bisa menjadi dasar pelaporan Mbak Hanum tidak ada sama sekali. Kenapa? Mbak Hanum tidak menyebut nama sama sekali. Tanpa nama seseorang atau satu pihak yang diucapkan atau ditulis secara eksplisit dan spesifik, lalu siapa yang dirugikan nama baiknya? Berita bohong dan kebenciannya terhadap siapa?" kata anggota Dewan Kehormatan PAN Dradjad Wibowo kepada wartawan, Sabtu (12/10/2019).

Dradjad mengatakan hukum tidak bisa didasarkan pada asumsi dan praduga. Dradjad lalu membandingkan kasus Hanum dengan kehebohan saat ada yang membuat cuitan ambulans di Twitter ketika terjadi demo rusuh di sekitar DPR beberapa waktu lalu.

"Bandingkan dengan penyebaran kebohongan tentang ambulans DKI membawa batu. Jelas sekali pihak yang dituding. Jelas sekali siapa yang menjadi korban kebohongan. Jelas sekali peristiwa bohong apa yang disebarkan. Nah, sesuatu yang secara hukum cetho welo-welo (sangat jelas) seperti ini malah tidak diproses sama sekali," jelas Dradjad.

Karena itu, menurutnya, Hanum tidak perlu merespons laporan tersebut.

Wakil Ketua Dewan Kehormatan PAN Dradjad WibowoWakil Ketua Dewan Kehormatan PAN Dradjad Wibowo (Lamhot Aritonang/detikcom)

"Jadi Mbak Hanum 'has no case to answer'. Saya dengar, cuitannya juga sudah terhapus," ucap dia.

Sebelumnya, Hanum dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Hanum dilaporkan terkait cuitannya yang menyebut penyerangan terhadap Menko Polhukam Wiranto merupakan rekayasa.

Hanum, lewat akun Twitter-nya, sempat menyampaikan cuitan tersebut 'kehapus'. Hanum mengatakan dirinya hanya menyampaikan saat ini masyarakat sulit memahami dan mempercayai suatu peristiwa. Menurutnya, kondisi tersebut mengkhawatirkan.

"Kehapus. Saya hanya menyampaikan betapa masy. skrg susah memahami mana yang harus dipercayai. Dan itu sangat mengkhawatirkan," cuit Hanum.

(lif/dtc) 


Berita Terkait

Baca Juga