Soal Oposisi Masuk Kabinet, Arteria Dahlan: Semua jadi Hak Prerogatif Presiden

Soal Oposisi Masuk Kabinet Arteria Dahlan  Semua jadi Hak Prerogatif Presiden Arteria Dahlan

Covesia.com - Komposisi para menteri dalam kabinet yang akan datang diharapkan lebih berwarna dari berbagai latar partai politik dan keahlian. Para menteri pilihan presiden juga dituntut mampu mengeksekusi program-program dan ide Presiden Joko Widodo. Tentu harapannya kabinet kali ini jauh lebih baik daripada sebelumnya.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI Arteria Dahlan mengungkapkan para menteri harus diisi oleh orang eksekutorial. "Terakhir, pak Presiden mensyaratkan ada beberapa menteri dari kaum milenial. Itu berarti pak presiden mengharapkan kabinet ini pelangi atau berwarna,” ujar Arteria dilansir dari dpr.go.id, Sabtu (12/10/2019).

Kaum milenial yang penuh gagasan baru, inovatif, dan kreatif digadang-gadang juga memang bisa masuk kabinet. Menurut legislator Jawa Timur VI ini, bergabungnya kaum milenial ke dalam kabinet diharapkan mampu menguatkan kebinet bentukan Presiden terpilih. 

“Presiden butuh orang-orang yang kompeten dan punya kapasitas. Calon menteri harus memahami betul dan mampu mengeksekusi program-program keinginan presiden secara konkret,” kilahnya.

Sementara ketika ditanya soal mengakomodir partai oposisi, mantan Anggota Komisi III DPR RI ini menjawab, prinsipnya semua jadi hak prerogatif Presiden. 

Bila Presiden ingin mengakomodir partai oposisi, tentu harus dihormati. PDI-Perjuangan sendiri, lanjut mantan advokat ini, tidak ingin membebani Presiden Jokowi dengan berbagai keinginan soal kabinet yang akan dibentuk.

“Berkali-kali ditegaskan, kami menghormati apa pun sikap dan kebijakan yang diambil presiden terkait pengisian jabatan menteri di kabinet. Kami tidak mau memberi kewajiban khusus bagi presiden untuk mempertimbangkan lebih jauh lagi,” tutup Arteria.

(lif)

Berita Terkait

Baca Juga