Hingga Sekarang Gas 3 Kg Sulit Didapat di Padang, Ini Tanggapan Pertamina MOR I

Hingga Sekarang Gas 3 Kg Sulit Didapat di Padang Ini Tanggapan Pertamina MOR I Warga di Ampang Karang Ganting, Kecamatan Kuranji, mengantre di pangkalan sejak pukul 07.30 WIB di pangkalan setempat. Foto: M Iqbal

Covesia.com - Sejumlah warga di beberapa kecamatan di Padang, mengeluhkan sulitnya mendapatkan gas elpiji 3 kg. Warga di Ampang Karang Ganting, Kecamatan Kuranji, bahkan mengantre sejak pukul 07.30 WIB di pangkalan setempat.

Linda Wati (45) warga setempat mengatakan, dia mengantre hingga pukul 12.00 WIB, namun belum mendapatkan gas. 

"Biasanya setiap Jumat saya ke pangkalan dan pukul 09.30 telah membawa gas ke rumah, namun sekarang susah sekali mendapatkan gas itu," tuturnya. 

Menanggapi itu, Humas Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I, M. Roby Hervindo mengatakan, sulitnya mendapatkan gas 3 kg bukan berarti terjadi kelangkaan, karena proses distribusi selalu lancar. 

Dia menjelaskan, menilik data penyaluran elpiji 3 kg di Sumbar, hingga September 2019 sudah disalurkan sebanyak 22.091.666 tabung. 

"Jumlah ini bahkan sudah melebihi kuota yang ditetapkan pemerintah sebesar 0,3 persen," sebutnya. 

Baca: Harga Gas Elpiji 3 Kg Capai Rp30 Ribu di Padang, Warga: Karena Kebutuhan Terpaksa Dibeli

Sementara, penetapan kuota berdasarkan kebutuhan masyarakat dilakukan oleh pemerintah pusat dengan memperhatikan permintaan dari Pemda. 

"Jadi jika penyaluran sudah melebihi kuota, logikanya bagaimana bisa dikatakan langka?" kata Roby.

Baca: Ini Keluhan Pangkalan Terkait Gas Elpiji 3 Kg yang Disebut Langka di Padang

Dia melanjutkan, memperhatikan masukan dari warga, Pertamina terus memperkuat kondisi stok di pangkalan-pangkalan. 

"Jika warga menemukan pangkalan yang kurang pasokan, segera laporkan ke Pertamina melalui telepon Pertamina 135," sebutnya.

Baca: Bantah Stok Elpiji Langka di Padang, Pertamina: Belilah di Pangkalan Resmi

Pihaknya mengimbau warga agar membeli elpiji 3 kg di pangkalan resmi Pertamina. 

"Di pangkalan harga sesuai HET, dan stok dijamin tersedia. Kami juga sampaikan pada warga untuk membeli sesuai kebutuhan, jangan menimbun," tambahnya.

Konsumsi yang berlebih di masyarakat, menurutnya dapat menghabiskan pasokan di pangkalan dalam waktu singkat. 

"Yang semestinya dengan kondisi normal mencukupi, karena panik kemudian beli berlebih, malah mengakibatkan pasokan lebih banyak terserap," pungkasnya.

Sementara itu, jika warga ingin mengetahui lokasi pangkalan di wilayah tempat tinggal, kata Roby, pihaknya bisa membantu mengarahkan melalui nomor telepon Pertamina 135.

"Langsung telepon saja, tanyakan 'di wilayah saya ada pangkalan apa saja, alamatnya di mana'," pungkas Roby.

(rdk)

Berita Terkait

Baca Juga