BNPB: Warga Sumbar Harus Paham Mitigasi Bencana

BNPB Warga Sumbar Harus Paham Mitigasi Bencana Direktur Perbaikan Darurat BNPB Medi Herlianto menyampaikan materi saat seminar nasional di Institut Teknologi Padang, Kamis (10/10/2019)

Covesia.com - Sumatera Barat memiliki potensi bencana yang komplit. Salah satunya gempa bumi yang pernah terjadi 30 September 2009 silam.

"Dari bencana tersebut Sumbar harusnya lebih sadar akan pentingnya mitigasi bencana," ungkap Medi Herlianto, Direktur Perbaikan Darurat BNPB saat seminar nasional di Institut Teknologi Padang, Kamis (10/10/2019).

Medi mengatakan Indonesia di tahun lalu mengalami tiga bencana yang menyebabkan kematian global. Sedikitnya 5 ribu masyarakat menjadi korban bencana tersebut, yang paling membunuh adalah likuifaksi.

Dilanjutkan, berdasarkan peta yang dikeluarkan Kementerian ESDM, Sumbar juga termasuk daerah yang terdapat likuivaksi. Ia juga menjelaskan likuifkasi yang di Sumbar berbeda dengan yang di Palu. 

Dengan adanya potensi bencana tersebut, upaya mitigasi bencana penting diketahui oleh setiap masyarakat. "Pencegahan jauh lebih baik dari pada recovery," jelasnya.

Medi mengatakan berdasarkan data yang diperoleh pusat gempa 2018 sebanyak 295 patahan aktif di Indonesia. "Sumbar juga terdapat patahan tersebut buktinya Ngarai Sianok," terangnya.

Ia berharap mitigasi digencarkan untuk kesiapsiagaan dari BPBD dan lain sebagainya. "Semoga ke depannya juga ada pembuatan peta mikrozonasi," jelasnya.

Seminar nasional dengan tema 'Inovasi Teknologi dan Infrastruktur untuk mitigasi bencana pada Indonesia 4.0' yang digelar ITP ini melibatkan 3 orang keynote speaker yaitu Direktur Direktorat Perbaikan Darurat BNPB, Medi Herlianto, Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG RI  Rahmat Triyono, serta Yulhendra, dosen ITP.

Peserta seminar ini berjumlah 200 orang dari berbagai instansi, mahasiswa, dosen, serta komunitas peduli bencana di Sumbar.

Kontributor: Laila Marni

Berita Terkait

Baca Juga