Hidup Hingga Saat ini, Ubur-ubur Hewan Purba Berusia 520 Juta Tahun

Hidup Hingga Saat ini Uburubur Hewan Purba Berusia 520 Juta Tahun Fosil monster laut raksasa Daihua sanqiong di China yang viral, karena diklaim menjadi jawaban misteri asal-usul nenek moyang ubur-ubur sisir. Foto : Yang Zhao/livescience.com

Covesia.com - Beberapa hari lalu, masyarakat di sekitaran pantai Kota Pariaman dan Kabupaten Agam dihebohkan dengan kemunculan bangkai ubur ubur berwarna biru (Bluebottle) yang terdampar di pasir. 

Baca: Saat Melaut, Dua Orang Nelayan di Pariaman Tersengat Ubur-ubur Bluebottle

Dua bulan sebelumnya, ribuan ubur-ubur mati terdampar di sepanjang pantai Nagari Mandeh dan Sungai Pinang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar).

Baca: Ribuan Ubur-ubur Mati Terdampar di Sepanjang Pantai Kawasan Mandeh dan Sungai Pinang 

Menurut pakar kelautan Universitas Bung Hatta, Eni Kamal, fenomena Ubur-ubur biru (Bluebottle) yang terdampar di kawasan pantai Pariaman dan Tiku Kabupaten Agam Sumatera Barat disebabkan berbagai hal, antaranya adalah suhu perairan dan kadar garam yang meningkat.

Baca: Pakar Kelautan: Ubur-ubur yang Terdampar Disebabkan Kadar Garam Air Meningkat 

Pemerintah setempat mengimbau warga untuk berhati-hati atau membatasi aktivitas di tepi pantai. 

Baca: Walikota Imbau Wisatawan yang Hendak ke Pantai Pariaman Hindari Ubur-ubur Bluebottle 

Ubur-ubur adalah sejenis binatang laut tak bertulang belakang yang termasuk dalam filum Cnidaria, ubur-ubur yang dimaksud disini adalah hewan dari kelas Schypozoa, sehingga sering disebut ubur-ubur sejati agar tidak dibingungkan dengan hewan lain yang juga disebut ubur-ubur seperti: Ctenophora (ubur-ubur sisir) dan Cubozoa (ubur-ubur kotak)

Baca: Pakar Kelautan: Ubur-ubur yang Terdampar Disebabkan Kadar Garam Air Meningkat

Ubur-ubur merupakan salah satu hewan laut yang juga punya riwayat sebagai hewan purba. Bahkan, ubur-ubur diperkirakan para ahli berasal dari “nenek moyang” yang sudah berusia sekitar 520 juta tahun silam. 

Seperti dilansir mongabay.com yang dikutip dari livescience.com dan maritimeherald.com, baru baru ini sebuah penemuan fosil monster laut di China menjadi viral di internet dan sosial media. Oleh para ilmuwan, penemuan ini diklaim menjadi kunci jawaban dari misteri asal-usul nenek moyang ubur-ubur sisir.

Para peneliti mengungkapkan bahwa fosil makhluk raksasa laut dari keluarga nomalocaridini berumur 520 juta tahun, yang  hidup di laut selama periode Kambrium –kira-kira mulai 570-500 juta tahun yang lalu– ketika kebanyakan kehidupan masih sangat sederhana dan banyak terdapat di lautan, seperti alga dan ubur-ubur.

Di masanya, makhluk ini adalah salah satu predator pertama yang memiliki banyak mata, juga pelindung tubuh, dan dua cakar runcing untuk memburu mangsanya.

(Ilustrasi satwa laut purba Daihua sanqiong. Sumber : Xiaodong Wang/livescience.com)

peneliti dari Universitas Arizona, Nicholas Strausfeld, mengungkapkan bila salah satu predator puncak ini sejatinya memiliki ‘otak’ lebih sederhana dari mangsanya yang kebanyakan berupa binatang mirip cacing.

Monster yang dijuluki Daihua sanqiong tersebut dianggap memiliki banyak kemiripan karakteristik anatomi dengan makhluk laut modern yang menggunakan sisir silianya untuk berenang di lautan.

Jakob Vinther dari Bristol University bahkan berkata bahwa spesies baru ini bisa jadi adalah saudara jauh dari ubur-ubur sisir. Awalnya, Vinther  bertemu dengan D. sanqiong ketika berkunjung ke Universitas Yunnan di China. Dia diperlihatkan fosil-fosil yang telah mereka temukan sebelumnya, termasuk monster laut yang misterius ini.

Baca: Benarkah Air Kencing Bisa Sembuhkan Sengatan Ubur-ubur?

Vinther tertarik pada kemiripannya dengan ubur-ubur sisir. Salah satunya adalah rambut silia besar pada tentakel makhluk ini. Silia adalah salah satu karakteristik utama bagi ubur-ubur sisir. Makhluk tersebut menggerakkan silianya yang kemudian menyala terang dalam air. Selain itu, D. sanqiong juga memiliki 18 tentakel di mulutnya sehingga menyerupai bunga. Karakteristik ini mirip dengan Xianguangia, Dinomischus dan Siphusauctum.

Vinther menambahkan bahwa temuan ini sangat penting  karena menunjukkan bahwa ubur-ubur tersebut telah mengalami evolusi panjang, dan bukan hewan purba yang pertama kali muncul di bumi seperti diyakini oleh banyak peneliti.

Baca juga: Jangan Panik, ini Langkah yang Tepat Dilakukan Bila Tersengat Ubur-ubur

Tak semua ilmuwan setuju dengan kesimpulan tersebut. Casey Dunn seorang profesor ekologi dan biologi evolusioner dari Universitas Yale, Amerika Serikat, menyatakan bahwa  meski  penemuan D. sanqiong tergolong luar biasa, namun sulit untuk menentukan apakah makhluk tersebut ada hubungannya dengan ubur-ubur sisir.

“Meskipun saya merasa skeptis bahwa tentakel dan ubur-ubur sisir berhubungan di dunia evolusi, yang penting adalah semakin kita dapat mendeskripsikan keragaman satwa-satwa purba ini, semakin kita dapat mempelajari lebih banyak tentang evolusi hewan,” katanya.

(rdk)

Berita Terkait

Baca Juga