RJI Gelar Workshop Pengelolaan Jurnal Elektronik Terindeks DOAJ di UNP

RJI Gelar Workshop Pengelolaan Jurnal Elektronik Terindeks DOAJ di UNP Peserta Workshop Pengelolaan Jurnal Elektronik Terindeks DOAJ yang diselenggarakan RJI di UNP, Kamis (3/10/2019). (Foto: Istimewa)

Covesia.com - Relawan Jurnal Indonesia (RJI) Sumatera Barat kembali menggelar 'workshop pengelolaan jurnal elektronik terindeks DOAJ' pada 3 Oktober 2019 lalu di Ruang Sidang Lantai 4 Rektorat Universitas Negeri Padang

Melalui rilis yang diterima Covesia.com, Selasa (8/10/2019) Ketua Korda RJI Sumbar, Firdaus menyampaikan Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong agar jurnal ilmiah di Indonesia terindeks di DOAJ yang merupakan lembaga pengindeks jurnal internasional bereputasi menengah. 

Di Sumatera Barat sendiri, lanjut Daus kegiatan juga bertujuan untuk mendorong agar jurnal-jurnal yang ada di Sumatera Barat bisa terakreditasi nasional.

“Belum banyak jurnal di Sumatera Barat terakreditasi nasioanal. Jumlah jurnal di Sumbar yang terakreditasi Sinta 2 masih hitungan. Untuk itu, perlu memperbanyak kegiatan untuk mendorong dan menfasilitasi agar semua jurnal tersebut dapat terakreditasi nasional dan bereputasi Internasional,” kata dosen pendidikan Sosiologi STKIP PGRI Sumatera Barat ini.

Sementara itu, kepala Pusat Publikasi dan HKI LP2M UNP, Ifdil sangat mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan ini. Menurutnya, kegiatan ini sangat penting untuk membangun sinergi dan kolaborasi  pengelolaan jurnal ilmiah agar bereputasi. 

“Mengelola jurnal adalah kerja ilmiah yang tidak dapat dilakukan sendirian, oleh karena itu sinergi dan kolaborasi antar pengelola jurnal sangat penting” ungkap dosen dan praktisi Bimbingan & Konseling ini.

Pemateri Ikhwan Arief, ambassador DOAJ untuk Indonesia. Dalam paparan materinya, Ikhwan mengungkapkan bahwa banyak jurnal Indonesia yang submit DOAJ terbentur di pemegang copyright dan lisensi. Permasalahan utamanya adalah ketidaksingkronan antara pernyataan yang dicantumkan di web jurnal dengan yang dicantumkan full text artikel. 

“ini tentu kontradiktif dan membingungkan” pungkas Dosen Teknik Unand ini. Selain itu lanjut Ikhwan, DOAJ juga konsen dengan APC (Article Prosessing Charge) yang dicantumkan di laman jurnal. “Jangan sampai di deskripsi tidak ada pembayaran, namun angka nominalnya tercantum sejumlah biaya tertentu. Atau sebaliknya” jelas Ikhwan menekankan.

Selain Ikhwan Arief, RJI Sumbar juga menghadirkan narasumber lain, yaitu Lucky Zamzami yang merupakan asesor akreditasi jurnal nasional. Lucky yang merupakan dosen Antroplogi Unand ini memaparkan bahwa sistem penilaian kareditasi jurnal terdiri dari dua aspek, yaitu teknis dan substansi. 

(utr)

Berita Terkait

Baca Juga