Pemburu Harta Karun Kerajaan Sriwijaya Diminta Lapor ke Pemkab

Pemburu Harta Karun Kerajaan Sriwijaya Diminta Lapor ke Pemkab Warga menemukan dayung saat berburu harta karun sisa Kerajaan Sriwijaya (Foto: dok. Istimewa)

Covesia.com - Penemuan harta karun sisa dari Kerajaan Sriwijaya di Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan buat heboh warga. Bupati OKI, Iskandar, minta warga dan para pemburu harta karun untuk melaporkan seluruh temuan.

Tidak hanya melaporkan hasil temuan di wilayah Cengal, Bupati juga minta warga untuk tak melakukan penggalian massal. Sebab benda-benda yang ditemukan itu memiliki nilai sejarah serta harus diteliti. 

"Itu benda bersejarah. Karena itu kami meminta supaya dilaporkan, terutama kalau ada penemuan," terang Iskandar kepada wartawan, Senin (7/10/2019).

Masyarakat, kata Iskandar, dapat segera melaporkan temuan benda diduga cagar budaya itu pada pemerintahan setempat. Sehingga laporan itu dapat diteruskan ke pemerintah daerah atau Balai Penelitian Cagar Budaya (BPCB) di Jambi.

Perlindungan benda cagar budaya, kata Iskandar, diatur dalam Pasal 23 ayat (1) Undang-undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Dalam pasal itu, warga negara yang menemukan benda diduga cagar budaya ataupun bangunan cagar budaya dan sejenisnya untuk bisa melaporkan paling lama 30 hari sejak ditemukan.

"Pelaporan penemuan benda kuno yang diduga sebagai benda cagar budaya ini penting. Ya agar bisa diselamatkan dari kerusakan serta bisa dilestarikan untuk penelitian," ungkap Iskandar.

Menurut Iskandar, pencarian barang-barang diduga peninggalan Kerajaan Sriwijaya ini bukan pertama kali terjadi. Namun sejak tahun 2015 lalu lokasi itu sudah populer di masyarakat.

"Kejadian ini sejak 2015, Pemkab sudah edukasi warga warga untuk melaporkan setiap penemuan benda-benda yang diduga peninggalan sejarah," jelasnya.

"Kita terus lakukan koordinasi dengan BPCB yang di Jambi maupun Balai Arkeologi Palembang. Tahun 2017 lalu Dinas Kebudayaan bersama peneliti BPCB turun ke lokasi," papar Iskandar.

Sementara itu, Camat Cengal, M Taufik mengungkap penemuan benda diduga cagar budaya berawal dari galian alat berat perusahaan di wilayah tersebut. Di mana alat berat menggali kanal dan kini dijadikan lokasi perburuan harta karun. 

"Kalau berbondong-bondong kesana (mencari harta karun) tidak ada, hanya ada beberapa yang mencoba mencari peruntungan awalnya dari galian alat berat itu,"ungkapnya.

Taufik mengungkap pihaknya bersama pemerintah desa tengah melakukan pemantauan terhadap aktivitas warga yang melakukan pencarian. Sehingga barang-barang yang ditemukan dapat terus terpantau.

"Kalau ada penemuan upayanya ya sekarang kita data kemana barang-barang tersebut. Kita himbau warga untuk melapor," kata Taufik. 

(lif/dtc)

Berita Terkait

Baca Juga