Survey LSI: Polemik UU KPK Tak Begitu Pengaruhi Kepercayan Publik Pada Jokowi

Survey LSI Polemik UU KPK Tak Begitu Pengaruhi Kepercayan Publik Pada Jokowi Presiden Joko Widodo (Foto: Setkab)

Covesia.com - Lembaga Survei Indonesia (LSI) mencatat bahwa revisi terhadap UU KPK tidak begitu mempengaruhi elektabilitas (kepercayaan) masyarakat terhadap Presiden Joko Widodo.

Hal ini terbukti dalam survey telepon nasional yang dilakukan LSI 4-5 Oktober 2019 mengenai Perppu UU KPK dan gerakan mahasiswa di mata publik.

"Responden dalam survei ini dipilih secara acak dari responden survei nasional LSI sebelumnya, yakni survei pada Desember 2018-September 2019 yang jumlahnya 23,760 orang dan punya hak pilih. Dalam rangkaian survei tersebut responden dipilih secara stratified cluster random sampling. Dari total responden sebanyak 23,760 dipilih responden yang punya telepon, dan jumlahnya sebanyak 17,425. Dari total yang mempunyai telepon tersebut dipilih sampel secara stratified random samping sebanyak 1010 orang," terang rilis yang diterima Covesia, Senin (7/10/2019)

Berdasarkan hasil survey itu, secara umum kepercayaan publik pada KPK dan Presiden jauh diatas kepercayaan pada DPR.

"Yang percaya pada KPK 72 persen, pada Presiden 71 persen, sedangkanpada DPR hanya 40 persen," sebut LSI.

Sejalan dengan kepercayaan pada presiden yang tinggi tersebut kepuasan publik pada presiden juga masih tinggi (67 persen) di tengah-tengah kontroversi UU KPK tersebut.

"Atas dasar fakta ini, publik umumnya di belakang presiden bila beliau menerbitkan PERPPU, dan bila sebaliknya presiden bisa dianggap meninggalkan kehendak rakyat."

(utr)

Berita Terkait

Baca Juga