Kakek 61 Tahun ini Sering Kirim Surat Cinta untuk Siswi SD Hingga Korban Dicabuli

Kakek 61 Tahun ini Sering Kirim Surat Cinta untuk Siswi SD Hingga Korban Dicabuli ilustrasi

Covesia.com - Seorang kakek berinisial AR (61 tahun) menuliskan surat cinta untuk anak gadis yang masih duduk di Sekolah Dasar (SD). Dalam surat cintanya yang ditulis AR, berisikan kalimat mesra seperti anak muda yang tengah dimabuk asmara. 

FS pun menceritakan kejadian yang dialaminya kepada orangtuanya di rumah. Rupanya, pelaku bukan baru pertama kalinya mengirimkan surat cinta bernada mesra itu. Namun, sudah beberapa kali AR mengirimkan surat cinta kepada siswi kelas 6 SD warga Bekasi tersebut.

"Jadi dia menulis semacam surat cinta ke korban, dia tulis tangan sendiri, saya punya kopian suratnya," kata Sukin ketua RT tempat korban, Senin (16/9/2019) .

Pada kalimat pembuka surat itu, terduga pelaku menyebut korban dengan sapaan "Gadis Manisku". Berikut ini beberapa kalimat pembuka di surat cinta terduga pelaku AR untuk korban yang diposting oleh akun facebook Yuni Rusmini Chanel, Selasa (17/9/2019):

"Buat Gadis Manisku yang sedang marah

Yang telah memenjarakan dan menawan hatiku

Yang telah membuat aku tak berdaya saat ini"

Saat kutuliskan surat ini

Aku sedang merindukanmu"

Pada beberapa kalimat selanjutnya, kata-kata yang di tulis AR seolah ungkapan isi hatinya. Isi surat ini menceritakan curahan hati kerinduan pelaku kepada korban serta ungkapan bantahan atas tuduhan pencabulan. Surat tersebut ditulis tangan sepanjang dua lembar kertas.

"Ini surat ditemukan orangtua korban, ditanya ke anaknya ini dari siapa lalu dia mengaku dari bapak aki uban (pelaku)," kata ketua RT Sukin menambahkan.

Menurutnya, surat cinta tersebut saat ini sudah diserahkan ke pihak kepolisian sebagai barang bukti.

"Ada banyak cuma saya kopi satu untuk berkas, ini pas anaknya (korban) mengadu ke orangtuanya langsung kita tanya ke pelaku apakah ini tulisan bapak, saat itu dia mengaku itu tulisan dia," jelasnya.

Peristiwa tersebut terjadi sejak lima bulan lalu. Kejadian ini baru terungkap setelah korban mengadu ke orangtuanya.

AR selama ini memang mengontrak tidak jauh dari kediaman korban. Aksi bejat kakek 61 tahun ini dilakukan di parkiran mobil tempat korban dan anak-anak sekitar biasa bermain.

Sukin ketua RT setempat mengatakan, kejadian pertama terjadi pada bulan Maret 2019, korban kala itu sedang bermain bersama tiga temannya lalu didekati oleh pelaku sambil diiming-imingi sesuatu.

"Jadi anak-anak sering main di TKP (tempat kejadian perkara), posisi kontrakan pelaku ini dekat situ, ketika main suka didekati," kata Sukin Senin (16/9/2019).

Kemudian, pada awal Agustus 2019, pelaku diketahui sempat ingin mengulangi perbuatan bejatnya. Dari situ, korban mulai berani bercerita kepada orangtuanya hingga pada pertengah bulan, pihak keluarga melaporkan aksi bejat pelaku ke polisi.

"Setelah mengaku itu akhirnya dari kita RT, keluarga semua coba untuk menanyakan langsung (ke pelaku), tapi abis itu langsung lapor polisi," jelas dia.

Waka Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Eka Mulyana saat dikonfimasi membenarkan perihal kejadian itu.

Terduga pelaku diamankan pada Kamis, (12/9/2019) di rumah kontrakannya Kelurahan Bintarajaya, Bekasi Barat.

"Benar ada kejadian pencabulan di Bekasi Barat, kasusnya ditangani Polres, pelaku sudah kita amankan, tapi detailnya saya tunggu laporan lagi nanti rencana kita akan ekspose," kata Eka.

Pelaku ditangkap pada Kamis, (12/9/2019). Penangkapan terhadap terduga pelaku ini sejatinya dilakukan polisi setelah warga sekitar geram. Sebab, pihak keluarga sudah melaporkan kejadian itu pada pertengahan Agustus lalu.

"Jadi pertengah Agustus itu buat laporan, anaknya juga sudah divisum, tapi setelah itu pelakunya enggak ditangkap-tangkap, warga sinikan khawatir sama anak-anaknya," ungkap Sukin.

Sebelum diamankan polisi, warga sekitar pukul 08.30 WIB menggruduk rumah kontrakan terduga pelaku. Disana, warga kesal dan nyaris menghakimi pelaku yang selalu berbelit ketika ditanya soal dugaan tindakan pencabulan.

"Waktu itu dia (terduga pelaku) keluar hadapin warga, karena udah mulai panas saya takut ada hal-hal yang enggak diinginkan (dihakimi) jadi saya telpon binmaspol buat amanin pelaku," jelas dia.

(sea)

Berita Terkait

Baca Juga