LPKTPA Minta Lindungi Label Sosial Anak Korban Pemerkosaan di Pariaman Pariaman

LPKTPA Minta Lindungi Label Sosial Anak Korban Pemerkosaan di Pariaman Pariaman Ilustrasi

Covesia.com - Direktur Lembaga Pelayanan Korban Tindakan Kekerasan Perempuan dan Anak (LPKTPA) Pariaman, Fatmi Yeti Kahar, berharap label sosial anak korban pemerkosaan yang dilakukan sejumlah pemuda di Padang Pariaman beberapa waktu yang lalu harus dilindungi.

"Saya berharap label sosial dari masyarakat tentang anak korban nantinya harus dilindungi. Sudah cukup korban terpukul dengan kejadian ini," sebut Fatmi, Senin (16/9/2019).

Lanjut Fatmi, karena kejadian ini, korban sudah berhenti sekolah. Padahal korban saat ini baru kelas tiga sekolah menengah pertama (SMP). 

Dikatakan Fatmi, kalau label sosial di tengah masyarakat terhadap anak korban tidak dilindungi, maka penderitaan terhadap korban terus berlanjut, bahkan untuk anak korban yang tidak mengerti apa-apa juga ikut merasakan.

"Kami sebagai pendamping, akan selalu mendampingi korban. Tujuannya agar untuk memelihara kesehatan korban dan kandungannya saat ini," sebut Fatmi.

Disebutkan Fatmi, sebab korban saat ini baru hamil muda, jadi kasihan juga. Tapi untuk sekarang kondisi korban saat ini sudah mulai membaik.

Fatmi juga menyebutkan, di Padang Pariaman awal tahun 2019, hingga sekarang ini, pihaknya mencatat ada 11 kasus yang sama didampingi oleh pihaknya.

Sementara itu ia juga mengimbau masyarakat, kalau mengalami kejadian yang sama atau kekerasan terhadap perempuan tolong dilaporkan secepatnya kepihaknya atau ke polisi.

Sebelumnya, polisi sudah menangkap empat dari tujuh pelaku pemerkosaan terhadap anak di bawah umur, di Tobok Ketek, Nagari Toboh, Kecamatan Enam Lingkung, Padang Pariaman, pada Rabu (11/9/2019). Akibat kejadian itu korban hamil sudah lima bulan.

Kontributor: Peri Musliadi

Berita Terkait

Baca Juga