Pedagang Keliling Protes Larangan Berjualan di Kawasan SDN 11 Lubuk Buaya

Pedagang Keliling Protes Larangan Berjualan di Kawasan SDN 11 Lubuk Buaya Foto: Laila Marni

Covesia.com - Sekolah SDN 11 Lubuk Buaya Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang melarang siswanya untuk berbelanja kepada pedagang keliling di sekitaran sekolah. Bahkan sekolah melayangkan surat larangan untuk berdagang kepada pedagang keliling.

“Berbagai alasan diberikan seperti dagangan mengandung ini itu, tidak higienis dan sebagainya,” ungkap Hendra Manur, salah satu pedagang Sosis kepada Covesia Rabu, (11/9/2019).

Hendra menuturkan bahwa perwakilan pedagang telah melakukan usaha untuk berkomunikasi dengan kepala sekolah. “Hingga hari ini kepala sekolah beralasan sibuk, mungkin menganggap permasalahan pedagang keliling ini bukan masalah penting,” ungkapnya.

Salah seorang pedagang bernama Das mengatakan bahwa fitnah terhadap dagangannya tidak benar. Bila mau silahkan periksan bahan makanannya di BPOM. “Kami mengharapkan tak ada larangan berjualan dan anak-anak tidak dilarang berbelanja, serta dagangannya tidak dijelek-jelekkan,” ungkapnya.

Hendra mengatakan bahwa sesuai dengan peraturan daerah Kota Padang Nomor 3 Tahun 2014 tentang penataan dan pemberdayaan pedagang kaki lima. Seharusnya jika ada persoalan, yang dilakukan penataan dan pemberdayaan, bukan mengusir pedagang atau intimidasi pada murid.

“Saya hawatir ini menjadi tidak baik bagi perkembangan anak didik. Anak didik akan percaya bahwa semua jajanan pedagang kecil dan keliling itu tidak baik untuk dikonsumsi,” jelasnya.

Kontributor: Laila Marni

Berita Terkait

Baca Juga