Rocky Gerung Nilai Presiden Takut Perang dengan Pemikiran Tapi Berani dengan Pencitraan

Rocky Gerung Nilai Presiden Takut Perang dengan Pemikiran Tapi Berani dengan Pencitraan Rocky Gerung. Sumber: instagram

Covesia.com - Mengemukakan pendapat adalah perintah alam semesta, begitu yang disampaikan oleh Rocky Gerung saat menjadi pembicara talkshow di Asrama Haji, Padang, Senin (9/9/2019).

“Pendapat dikatakan pendapat apabila bila ada yang menentang. Pendapat harus diucapkan supaya diuji. Jika tidak diuji itu belum bisa dikatankan pendapat,” ungkapnya.

Rocky mengatakan bahwa daya kritis harus dimiliki. “Bagaimana cara mengkritisi bila selalu dikungkung dan dikecam. Tugas kita adalah mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai dengan yang diperintahklan oleh konstitusi,” terangnya.

Rocky berpendapat pemerintah atau pejabat yang tidak mau dikritik adalah mereka yang tidak patuh pada konstitusi. 

Tak hanya persoalan kritis yang harus dimiliki pemikiran sehat pun demikian.  Ketika Jepang di bom oleh sekutu, pemikiran mereka tidak mati.

“Kaisar menanyakan berapa jumlah guru yang tinggal setelah terjadinya bom. Dijawab sekitar 20 persen. Kita akan bangun Jepang 10 kali lebih baik kata kaisar. Itu terbukti,” terangnya.

“Apapun bisa dihancurkan oleh bom atom, kecuali jalan pemikiran,” ungkap Rocky.

Tidak seperti di negara kita, ada sebuah aksi yang diikuti oleh guru-guru di istana. “Presiden malah meminta untuk mengeluarkan guru yang demo tersebut,” sebutnya.

“Presiden takut berperang dengan pemikiran tapi berani dengan pencitraan,” kritiknya.

Rocky menutup pembicaraannya dengan mengatakan bahwa tugas kita adalah mempersiapkan jalan baru di 2024 supaya kita tidak diatur oleh "badut" dan tidak diatur oleh "boneka."

Kontributor: Laila Marni

Berita Terkait

Baca Juga