Mainan Ilegal Asal China Dimusnahkan Karena Rugikan Negara hingga Rp6 Miliar

Mainan Ilegal Asal China Dimusnahkan Karena Rugikan Negara hingga Rp6 Miliar Foto: Detik.com

Covesia.com - Mainan dan biji plastik impor yang menyebabkan kerugian negara hingga mencapai Rp 6 miliar dimusnahkan oleh Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN). Barang-barang itu dibakar karena tidak melengkapi izin impor.

Simbolis pemusnahan dilakukan di lapangan parkir Saloka, Kabupaten Semarang. Beberapa barang antara lain biji plastik, mainan anak berupa boneka, sepeda, set meja kursi anak dengan jumlah yang banyak.

Direktur Jenderal PKTN, Veri Anggrijono, mengatakan barang tersebut merupakan penindakan post border sejak Januari hingga Agustus 2019 dari berbagai wilayah di Jawa Tengah. Barang-barang itu sebagian besar didatangkan dari Cina.

"Pertama tidak memenuhi tata niaga, persetujuan impor, tidak SNI, dan impor tidak punya nomor pendaftaran barang. Ada lagi bijih plastik yang harusnya untuk industri dijual ke umum," kata Veri di parkiran Saloka, Senin (9/9/2019).

Veri menegaskan akan menindak importir yang mencoba melanggar persyaratan impor. Untuk kerugian dari barang yang dimusnahkan hari ini sekitar Rp 5 hingga 6 miliar. "Kerugian di Jateng coba kita inventarisir (kerugian) sekitar 5 sampai 6 miliar rupiah," ujarnya.

"Ada 7 pelaku usaha, ini yang di Jawa Tengah," tegas Veri.

Rugikan Negara Rp 6 M, Mainan Ilegal Asal Cina Dibakar di Semarangpemusnahan biji plastik impor ilegal. -- Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom

Sejak 1 Februari 2018. sebagaimana telah diamanatkan oleh Presiden untuk menyederhanakan tata niaga ekspor dan impor melalui paket Kebijakan Ekonomi 17 tahun 2017 dan Keputusan Menko Perekonomian Nomor 71 Tahun 2017 tentang Tata Niaga Ekspor dun Impor berupa pengurangan lartas Impor melalui pergeseran pengawasan impor dari border ke post border atau di luar Kawasan Pabean.

"Sudah diberi kemudahan-kemudahan itu jangan disalahgunakan," tegasnya.

Veri menjelaskan mekanisme pengawasan post border terdiri pemeriksaan kesesuaian antara izin impor milik pelaku usaha yang dikeluarkan Kemendag dengan barang yang diimpor. Kegiatan ini dilakukan setelah barang keluar dari kawasan pabean dengan tujuan mendorong percepatan usaha dan investasi di Indonesia.

Sementara itu Direktur Tertib Niaga, Wahyu Widayat, menambahkan, kegiatan pemusnahan diharapkan dapat memberikan efek jera bagi pelaku usaha yang tidak taat ketentuan. Selain pemusnahan, Kemendag melakukan pemblokiran izin impor terhadap beberapa pelaku usaha yang melanggar aturan.

"Tidak ada kompromi bagi importir yang tidak taat atau menyalahgunakan aturan, kalau perlu blokir nama pelaku usahanya dan atau kenakan sanksi pidana," pungkas Wahyu.

(lif/dtc)

Berita Terkait

Baca Juga