Lari dari Kejaran Polisi, Seorang Bandar Sabu Tewas Tertembak di Depan Mapolres 50 Kota

Lari dari Kejaran Polisi Seorang Bandar Sabu Tewas Tertembak di Depan Mapolres 50 Kota Ilustrasi (Doc.Covesia)

Covesia.com - Salah seorang bandar sabu, YD (32) yang diduga asal Kota Pekanbaru tewas tertembak di depan Mapolres 50 Kota, Sumatera Barat setelah terjadi aksi saling tembak menembak dengan petugas. YD diketahui membawa setengah kilogram sabu-sabu bersama teman wanitanya NL (30) di dalam mobil Honda Jazz warna putih BM 1516 SF yang ia kemudikan. 

Informasi yang diperoleh Covesia.com, aksi tembak menembak antara petugas Polres 50 Kota dengan YD terjadi pukul 09.30 WIB. Sebelum berlangsung aksi tembak menembak ini, YD sempat kejar-kejaran dengan Petugas sejak dari Pangkalan. 

Saat YD melintas di Pangkalan sekitar pukul 08.00 WIB, petugas Satlantas Polres 50 Kota tengah melakukan razia. Di sana, YD tidak mengindahkan imbauan polisi untuk menepi dan tetap melaju menuju Tanjung Pati dari arah Kota Pekanbaru. Melihat hal ini, polisi melakukan pengejaran terhadap YD. Namun tanpa diduga YD mengacungkan senjata api dan memuntahkan beberapa kali tembakan ke arah polisi yang mengejar, serta beberapa pengendara lain di sepanjang jalan. 

Melihat hal tersebut, Satlantas Polres 50 Kota langsung berkomunikasi dengan petugas yang tengah piket di Polres 50 Kota untuk menindaklanjuti ulah pengendara yang menerobos razia yang menggunakan senjata api ini.

Mengetahui dirinya tengah dikejar, YD yang melaju ke arah Tanjung Pati tancap gas. Bahkan terlibat beberapa tabrakan dengan pengendara lain. Namun, pelariannya terhenti di depan Mapolres 50 Kota setelah petugas melakukan pemblokiran jalan. 

Menjelang YD mendekati pemblokiran, ia kembali mengeluarkan tembakan ke arah polisi yang berada di pinggir jalan. Sontak tembakan tersebut dibalas polisi dan mengenai leher YD. Alhasil, YD tewas di tempat. Sedangkan temannya NL, mengalami luka-luka karena terkena serempetan peluru petugas. 

“Kami terpaksa melakukan tindakan yang terukur karena YD telah membahayakan petugas yang akan hendak memberhentikannya. Ia mengeluarkan beberapa kali tembakan sambil tetap melaju. Karena itulah kami terpaksa membalas setelah 3 kali tembakan peringatan tidak diacuhkan. Tembakan kami tepat mengenai leher YD dan ia tewas di tempat,” Kata Kapolres 50 Kota, AKBP. Haris Hadis melalui Kasat Resnarkoba, Iptu Hendri Has kepada Covesia.com, Sabtu (7/9/2019) saat dikonfirmasi. 

Usai mobil YD terhenti, petugas langsung mengamankan NL dan melakukan penggeledahan. Di mobil ini, petugas menemukan setengah kilogram sabu-sabu, 1 timbangan digital dan 1 buah senjata api. 

Saat ini, jenazah YD telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara di Padang untuk keperluan autopsi. Sedangkan teman wanitanya, NL dilarikan ke rumah sakit Adnan WD Payakumbuh untuk menjalani perawatan.

(agg)

Berita Terkait

Baca Juga