Curah Hujan Tinggi, Produksi Ikan Asin di Agam Berkurang 50 Persen.

Curah Hujan Tinggi Produksi Ikan Asin di Agam Berkurang 50 Persen Foto: Johan Utoyo

Covesia.com - Curah hujan tinggi yang mengguyur kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) beberapa pekan terakhir juga mempengaruhi produksi ikan asin nelayan di Pasia Tiku, Nagari Tiku Selatan Kecamatan Tanjung Mutiara.

Salah Seorang produsen ikan kering di Jorong Pasia Tiku, Nagari Tiku Selatan Zawirman (50) mengatakan, hasil produksi ikan keringnya saat ini berkurang hingga 50/%, yang sebelumnya 150 Kg/ minggu sekarang berkurang menjadi 80 Kg.

"Untuk menjemur ikan kita memanfaatkan penuh sinar matahari, jika cuaca cerah 3 hari menjemur ikan sudah kering namun jika cuaca mendung bisa memakan waktu hingga satu minggu," ujarnya saat di konfirmasi Covesia.com Minggu (18/8/2019).

Selain proses pengeringan jumlah bahan baku yang di dapat dari para nelayan juga berkurang hal itu disebabkan banyak nelayang yang tidak mencari ikan, mengingat curah hujan tinggi berpotensi Badai ditengah lautan.

"Ikan yang kita olah adalah hasil tangkapan melayan setempat, mengingat cuaca masih berpotensi buruk, banyak nelayan yang  tidak melaut dan memutuskan untuk memperbaiki kapal dan tangkap, jadi bahan baku ikan juga berkurang," terangnya.

cuaca yang kurang bersahabat beberapa pekan terakhir ini juga berpengaruh kepada kwalitas ikan asin, kandungan kadar air dalam ikan cukup tinggi hal ini dapat mengurangi rasa ikan asin yang dihasilkan. "Jika kwalitas ikan berkurang tengkulak tentu juga akan menurunkan harga jualnya," lanjutnya.

(han)

Berita Terkait

Baca Juga