Lebaran Idul Adha 1440 H, Harga Cabai Melonjak di Pasar Minggu Sutera Pessel

Lebaran Idul Adha 1440 H Harga Cabai Melonjak di Pasar Minggu Sutera Pessel Suasana di Pasar Minggu, Sutera, Pessel (11/8/2019)(Foto: Indrayen)

Covesia.com - Harga cabai merah dan cabai rawit di Pasar Minggu, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) melonjak naik dihari raya  idul adha 1440 hijriah yang jatuh pada hari ini Minggu (11/8/2019)

Menurut informasi, harga cabai merah naik semenjak hari Kamis lalu (8/8/2019) dengan harga cabai merah dan cabai rawit mencapai Rp100 ribu perkilogramnya. 

Sedangkan hari ini harga cabai merah masih tinggi dikisaran harga Rp80-90 ribu perkilo, dan cabe rawit masih tetap Rp100 perkilonya.

"Naiknya harga cabai sudah berlangsung selama empat hari ini, dan sekarangpun masih tinggi, untuk kualitas bagus harganya Rp90 ribu perkilo sedangkan kualitas kurang bagus Rp80 ribu perkilo, sementara cabai rawit harganya masih tetap di angka Rp100 ribu," ungkap Ernis (48) warga setempat usai belanja di Pasar Minggu Sutera pada Covesia.com

Ia menambahkan, sebelum hari raya idul adha, harga cabai di pasar tradisional Sutera masih tinggi yaitu dikisaran harga Rp50 ribu perkilo.

"Hari biasa sekitar satu bulan ini, harga cabai bertahan dikisaran Rp50 ribu perkilo. Baik cabai merah maupun cabai rawit," ujarnya.

Hal selaras juga disampaikan oleh warga setempat Eli Marlinda (50) yang juga seorang penjual masakkan siap saji membenarkan, bahwa semenjak empat hari lalu harga cabai di pasar, tempat biasa ia membeli kebutuhannya mencapai Rp100 ribu perkilo.

"Memang benar harga cabai mencapai Rp100 ribu perkilo, tapi itu pada kamis lalu. Kalau sekarang ada Rp80 dan ada Rp90 perkilo. Sementara kalau untuk cabai rawit harganya Rp.100 ribu dari Kamis lalu sampai kini," katanya.

Menurutnya, ia mengatakan, dari informasi pedagang dipasar kenaikkan harga cabai disebabkan kurangnya pasokan cabai di pasar-pasar tradisional.

"Kata pedagang pas ditanyakan, dikatakan karna pasokkan kurang, kurang pasokkan cabai diakibatkan cabai petani dibeberapa daerah lain banyak diserang penyakit, sehingga hasil panen petani berkurang," singkatnya.

Sementara, saat dikonfirmasi, Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Perindustrian Pesisir Selatan, Hendro ketika dihubungi Covesia.com melalui telepon, tidak dapat dihubungi.

Kontributor Pessel: Indrayen Putra


Berita Terkait

Baca Juga