Kenaikan Tarif Ojol di Bukittinggi Capai 100 Persen Lebih, Keluhan Pengguna Menyebar di Medsos

Kenaikan Tarif Ojol di Bukittinggi Capai 100 Persen Lebih Keluhan Pengguna Menyebar di Medsos Ilustrasi (gojek)

Covesia.com - Kenaikan tarif ojek online (ojol) di kota Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar) yang diberlakukan mulai hari ini, Jumat (9/8/2019) mencapai 100 persen lebih.

Kenaikan tarif ojol tersebut terlihat dari dua aplikasi ojek online yakni Gojek dan Grab. Dari kedua aplikasi tersebut tarif ojol untuk jarak dekat yang biasa Rp4.000 kini mencapai Rp9.000.

Tarif baru ojol tersebut disesuaikan dengan peraturan Menteri Perhubungan (PM) nomor 12 tahun 2019 untuk menjaga agar pendapatan dari tarif per perjalanan tidak berkurang serta sesuai dengan komitmen gojek dalam mendukung keberhasilan peraturan Menteri Perhubungan tersebut dengan tarif dasar Rp 2.313/km.

Diberlakukannya tarif baru kedua aplikasi ojol ini banyak menuai kontra dari kalangan pengguna jasa ojol di Bukittinggi di berbagai media sosial.

Seperti akun milik @daus Andezstuck di grup Kaba Bukittinggi yang mengatakan ongkos gojek mahal daripada membayar mahal lebih memilih jalan kaki sebagai ganti olahraga.

Hal yang senada juga diutarakan akun @Fajri Konveksi yang menungkapkan berpikir dua kali sebelum memesan gojek dari Rp 4.000 menjadi Rp 9.000 untul jarak 2,5km.

Sementara dari salah satu driver ojol di Bukittinggi di grup Kaba Bukittinggi @Imam Samudra menyebutkan 'Terima kasih kepada petinggi gojek dan dishub yang telah berhasil menaikan tarif. Tujuan kalian mensejahterakan kami. Namun niat kalian tidak sejalan dengan perekonomian masyarakat kita. Dan pada akhirnya kami jadi pengangguran. Semoga keluhan dan upatan rekan driver pagi ini. Tidak menganggu sarapan pagi kalian. Dan anak istri kalian tidak kelaparan seperti keluarga kami. Salam satu aspal'.

(deb/don) 


Berita Terkait

Baca Juga