DPD RI: Perlu Kajian Mendalam untuk Impor Rektor Asing

DPD RI Perlu Kajian Mendalam untuk Impor Rektor Asing Foto Anggota DPD RI, Emma Yohanna saat mengisi kuliah umum di kampus Universitas Mahaputra Muhammad Yamin (UMMY) Kota Solok (Ist)

Covesia.com - Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia menilai wacana pemerintah mendatangkan Rektor asing untuk memimpin Perguruan Tinggi perlu kajian mendalam. Karena wacana tersebut langsung mendapatkan penolakan dari berbagai kalangan. 

"Perlu kajian mendalam mendatangkan Rektor asing ke Indonesia. Kenapa pemerintah tidak meningkatkan kemampuan SDM perguruan tinggi yang ada. Karena kita sebenarnya hampir sama kualitasnya dengan asing," ujar anggota DPD RI, Emma Yohanna, Jum'at (9/8/2019).

Saat ini kata Emma Yohanna, beberapa kampus Negeri menilai mendatangkan Rektor asing bukanlah solusi dalam meningkatkan mutu lulusan sebuah perguruan. Sebaliknya alangkah baiknya keberadaan rektor dan pejabat di perguruan tinggi indonesia diperkuat agar mutu lulusan mampu bersaing.

Menurut Emma Yohanna Indonesia tidak perlu membutuhkan rektor asing. Karena banyak orang indonesia diluar negeri yang berprestasi, kenapa mereka tidak direkrut. Orang indonesia kadang-kadang tidak mendapatkan kesempatan yang sama dengan orang asing, padahal kualitasnya bagus. 

"Perguruan Tinggi di Indonesia tidak hanya semata-mata menciptakan ilmuwan. Tetapi yang lebih penting adalah pembentukan karakter. Khusus di Ranah Minang, ada nilai-nilai ABS-SBK yang perlu ditanamkan. Hal ini lah yang mungkin tidak akan bisa sepenuhnya bisa diciptakan oleh rektor asing apabila memimpin kampus di Indonesia,"tutupnya.

Sebagaimana diketahui, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohammad Nasir akan mempertimbangkan merekrut orang asing memimpin perguruan tinggi negeri di indonesia pada Tahun 2020.

Langkah tersebut diambil untuk meningkatkan kualitas pendidikan di indonesia, dengan harapan peguruan tinggi indonesia bisa masuk 150 besar kampus terbaik di dunia.

(Heri)

Berita Terkait

Baca Juga