Google Pasang 12 Guardian Pantau Aksi Pembalakan Liar di Hutan Sumbar

Google Pasang 12 Guardian Pantau Aksi Pembalakan Liar di Hutan Sumbar Founder & CEO Rainforest Connection, Topher White menunjukan Guardian dan panel surya yang akan dipasang di puncak pohon pada ketinggian sekitar 30 meter di hutan Solok Selatan. Foto: Antara Sumbar

Covesia.com - Google Artificial Intelligence bekerja sama dengan Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi dan Rainforest Connection, memasang 12 Guardian yakni alat yang dapat memonitor dan mendeteksi aksi pembalakan liar di kawasan hutan di dua kabupaten di Sumbar.

"Alat ini dipasang di Solok Selatan sebanyak sembilan unit, dan Kabupaten Solok tiga unit," kata Manajer Program Komunitas Konservasi Indonesia Warung Informasi Konservasi (KKI Warsi) Rainal Dausdi Padang, Selasa (23/7/2019).

Ia menerangkan, tiga alat yang dipasang di Kabupaten Solok terdapat di Sirukamdengan jarak masing-masing alat sejauh dua kilometer, dan di Solok Selatan di tiga kawasan hutan Nagari yakni Pakan Rabaa Timur, Pakan Rabaa, dan Pasir Talang Timur. Pemasangan dilakukan dari 12 sampai 26 Juli 2019.

Pemasangan alat di kawasan hutan di dua kabupaten ini karena sering terjadi pembalakan hutan, sementara petugas patroli hutan sangat jauh dari lokasi ini, sehingga selalu terlambat sampai ke lokasiketika aksi pembalakan liar dilaporkanwarga.

Ia menjelaskan sistem kerja teknologi Guardian ini memanfaatkan alat bernama Tensor Flow milik Googleyang dipasang di puncak pohon setinggi 30 meter yang bisa digunakan untuk mendeteksi suara yang ada di dalam hutan seperti suara hewan, mesin potong kayu (chainsaw) dan mengirimnya ke aplikasi handphone.

"Dengan demikian masyarakat di sekitar hutan dapat dengan mudah mengetahui jika terjadi pembalakan liar oleh orang yang tidak bertanggung jawab," kata dia.

Selama ini ada keluhan dari masyarakat bagaimana cara supaya ada teknologi yang bisa membantu untuk bisa tahu lebih cepat jika ada yang mencuri kayu di kawasan hutan.

"Menindak lanjuti keluhan inilah kami mengajak Rainforest Connectionyang sedang mengembangkan teknologi pemantauan hutan berdasarkan sensor suara dan mereka bersepakat dengan Google Indonesia untuk memasang alat tersebut di Sumbar, kata dia.

Head of Corporate Communications Google Indonesia Jason Tedjasukmana mengatakan alat Tensor Flowini berguna untuk menangkap suara di dalam hutan yang dipasang sehingga masyarakat tidak perlu lagi masuk ke dalam hutan untuk mengetahui apakah terjadi aksi pembalakan liar, karena cukup dipantau saja melalui telepon seluler dari rumah.

Founder dan CEO Rainforest Connection Topher White menambahkan alat yang dipasang ini mampu menangkap suara sejauh 1,5 kilometer. Untuk bisa mendengar suara dari alat yang dipasang, masyarakat bisa mendownload aplikasinya yang bernama Rainforest Connection di Playstore.

Sementara itu salah seorang anggota Tim Patroli Hutan Kabupaten Solok Selatan Hendrizal mengatakan alat ini akan sangat membantu pengawasan hutan di daerah itu, karena dari jarak jauh bisa memantau kejadian di hutan melalui aplikasi telepon seluler.

“Alat ini tentu akan membantu meringankan beban tugas kami dalam melindungi hutan, karena dengan luas hutan 5.140 hektare di Solok Selatan tidak memungkinkan bisa dipantau seluruhnya, apalagi dalam waktu bersamaan,” katanya. 

(ant/rdk)

Berita Terkait

Baca Juga