Ini Klarifikasi Kepala SMPN 1 Harau Soal Dugaan Bullying MRF

Ini Klarifikasi Kepala SMPN 1 Harau Soal Dugaan Bullying MRF Dok.Covesia

Covesia.com - Kepala SMP Negeri  Harau Yusuf Lubis meminta maaf kepada Keluarga MRF dan masyarakat Kabupaten Limapuluh Kota soal dugaan Bulliying yang saat ini menjadi perbincangan hangat di daerah itu.

Tak hanya itu Kepsek juga menyampaikan klarifikasi soal pemberitaan di covesia.com pada Selasa (16/7/2019) kemarin yang berjudul 'Bantah MRF Depresi Dibully, Kepsek: Diduga Karena Faktor Keturunan dan Makhluk Halus'

“Saya meminta maaf kepada keluarga MRF dan masyarakat Limapuluh Kota atas isu Bulliying yang tengah hangat menimpa sekolah kami. Termasuk adanya pernyataaan kami (pihak SMP Negeri 1 Harau) yang menyinggung soal keturunan MRF. Tidak ada maksud negatif yang kami jabarkan kepada wartawan yang datang ke sekolah kemarin,” kata Yusuf Lubis kepada Covesia.com, Rabu (17/07/2019). 

Sejak isu Bullying ini mengapung, Yusuf mengaku para guru dan murid SMP Negeri 1 Harau merasa tertekan. Suasana Proses Belajar dan Mengajar (PBM) di SMP Negeri 1 Harau menjadi kurang bergairah. 

“Ada efek psikologis yang kami dapatkan. Para guru dan siswa kurang semangat mengikuti PBM sejak isu ini mengapung. Jadi saya harap persoalan ini jangan dibesar-besarkan dan menjadi bahan untuk menjatuhkan nama SMP Negeri 1 Harau,” katanya. 

Yusuf juga mengatakan, saat dirinya dan beberapa guru mengklarifikasi isu ini dengan beberapa orang wartawan, ada pemahaman yang salah dalam mengartikan keturunan MRF. Yang dimaksudkan adalah keluarga MRF juga kerap diganggu oleh makhluk halus, termasuk MRF itu sendiri. Bukan menekankan silsilah keluarga (keturunan) yang memiliki penyakit yang mengakibatkan stres. 

“Yang kami maksud, ada juga keluarga MRF yang juga seperti MRF yaitu kerap diganggu makhluk halus dan akhirnya stres. Bukan melingkup kepada keturunan MRF dan penyakit keturunan yang bisa diartikan berjumlah banyak. Saya harap klarifikasi kami kepada wartawan kemarin tidak melebarkan isu yang negatif kemana-mana,” katanya. 

Saat ini pihak sekolah sudah merencanakan untuk berkunjung lagi ke kediaman MRF untuk melihat perkembangan kejiwaan MRF. Sekaligus menjelaskan hasil investigasi pihak sekolah kepada pihak keluarga terkit isu bullying ini. 

“Dalam tiga hari kedepan, kami dari pihak sekolah akan berkunjung ke rumah MRF. Sekaligus menyampaikan hasil investigasi pihak sekolah soal isu dan dugaan pembullyan tersebut. Bahwa tidak ada kami temukan dugaan bully maupun pemalakan seperti isu yang menyebar sekarang. Semoga hal ini bisa selesai secepatnya,” katanya. 

Ia juga menjamin MRF bisa bersekolah kembali di SMP Negeri 1 Harau jika kondisi kejiwaannya sudah mulai membaik dan mendapat perlakuan khusus dari pihak sekolah. 

“Nanti jika sudah mulai kondusif kondisi MRF dan sudah bisa bersekolah, kami pastikan ia tetap bersekolah disini. Selama berada di lingkungan sekolah akan kami perlakukan secara khusus,” ungkap Yusuf.

(agg/lif)

Berita Terkait

Baca Juga