Pakar: Tak Hanya Mengajar, Guru Harus Miliki Jiwa Pendidik

Pakar Tak Hanya Mengajar Guru Harus Miliki Jiwa Pendidik Pakar Pendidikan UNP Sufyarma Marsidin (Foto: Laila/ Covesia)

Covesia.com - Kadang kala orang tua mengalami kerepotan ketika anak malas untuk berangkat ke sekolah. Berbagai macam alasan yang dilontarkan oleh anak-anak agar tak sekolah, mulai dari malas bangun pagi, pura-pura sakit dan alasan lainnya. 

Faktanya ada faktor penyebab kenapa anak tidak mau sekolah. Salah satunya faktor eksternal. Kemungkinan di sekolah ia tak mendapat kenyamanan saat ia di rumah. Memiliki teman yang nakal dan sebagainya.

“Guru yang memiliki jiwa pendidik lebih diutamakan dari jiwa pengajar, apalagi untuk siswa yang baru pertama kali mengenyam pendidikan,” ungkap Pakar Pendidikan UNP Sufyarma Marsidin  kepada Covesia.com di ruangannya, Selasa (16/7/2019).

Lebih lanjut, Sufyarma mengatakan bahwa siswa baru membutuhkan penyesuaian di lingkungan barunya. “Makanya perlu perkenalan lingkungan sekolah,” jelasnya.

Setelah diantarkan oleh orangtuanya, guru yang membimbing siswa baru hendaknya memiliki jiwa pendidik. “Memperkenalkan orang-orang di sekolah, perpustakaan, tata tertib sekolah, seragam yang digunakan dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Yang paling penting, jangan biarkan  anak mengalami trauma. “Menjadi tugas seorang guru untuk mendidik siswanya agar berperilaku sebagaimana mestinya, hal itu dijembatani oleh orangtua di rumah yang menanamkan jiwa luhur dan saling menghargai,”tutupnya.

Reporter: Laila

(utr)

Berita Terkait

Baca Juga