Bantah MRF Depresi Dibully, Kepsek: Diduga Karena Faktor Keturunan dan Makhluk Halus

Bantah MRF Depresi Dibully Kepsek Diduga Karena Faktor Keturunan dan Makhluk Halus SMP Negeri 1 Harau. Foto: Angga

Covesia.com - Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, Yusuf Lubis membantah ada pembullyan dan pemalakan yang dialami salah seorang siswa, MRF (15) yang berujung pada gangguan jiwa. Kepala Sekolah yakin ganggguan jiwa yang dialami MRF dikarenakan faktor keturunan dan gangguan makhluk halus.

“Kami jelaskan dan tegaskan, tidak ada aksi pembullyan yang dialami oleh MRF. Seluruh siswa yang disebut MRF sudah kami panggil dan tanyai. Bahkan para siswa yang dituduhkan MRF ini berani bersumpah tidak ada melakukan bully dan memalak MRF,” Kata Yusuf Lubis kepada Covesia.com saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (16/7/2019).

Dijelaskannya, gangguan jiwa yang dialami oleh MRF dikarenakan faktor keturunan. Keluarga dan kerabat MRF memiliki historis kelainan kejiwaan, termasuk MRF itu sendiri. Bahkan dalam kesehariannya di sekolah, MRF suka menyendiri, kurang bergaul, sering tertawa sendiri dan berbicara sendiri.

“Keluarga MRF, ada guru di SMP Negeri 1 Harau ini. Ia mengakui ada historis kelainan kejiwaan yang dialami oleh keluarga MRF, termasuk MRF itu sendiri. Bahkan sejak masuk ke sekolah, kelainan yang dialami oleh MRF ini sudah terlihat. Ia sering bermenung, menyendiri, kurang bergaul, tertawa dan bicara sendiri," ucapnya.

Dilihat dari karakter MRF, Yusuf menilai tidak mungkin MRF mengalami pembullyan dan pemalakan. Apalagi selama 2 tahun. Pasalnya, karakter anak seperti ini sangat sensitif jika mendapatkan tekanan dan gangguan. Dipastikan anak seperti ini akan memberontak.

"Jadi tidak logis disebut pembullyan dan pemalakan berlangsung selama dua tahun. Dua atau tiga kali saja ia mengalami tekanan seperti ini pasti memberontak,” ucapnya.

Baca juga: Diduga Kerap Dibully dan Dipalak, Seorang Siswa di 50 Kota Alami Gangguan Jiwa

Menurut Yusuf, Walaupun kurang bergaul dan suka menyendiri, MRF adalah siswa yang rajin. Sering ia mengerjakan tugas hanya sendirian dan jawabannya selalu tepat.

“Ia anak yang pintar. Pandai menganalisis sesuatu dengan baik. Tugas dibuat sendiri tanpa bantuan teman-teman dan nilai MRF juga sangat baik. Apakah logis anak sepintar ini terus-terusan diam saat ada tekanan dari siswa lain. Di sini kami kadang heran perihal pernyataan orang tua MRF,” katanya.

Untuk menegaskan pernyataannya, Yusuf Lubis juga menghadirkan beberapa guru yang di antaranya Walikelas MRF Meinilwati, Guru BK Akmal M. Astar, guru yang juga kerabat MRF Martanti, tetangga MRF yang juga Guru Yusvia Helmi dan Wakil Kesiswaan, Firdaus Ilahi.

(agg/rdk)

Baca juga: KPAI Minta Pemda Segera Rehabilitasi Mental MRF Siswa Korban Bullying di 50 Kota

Berita Terkait

Baca Juga