DPRD Desak Pemkab 50 Kota Ivestigasi Kasus Bullying MRF Siswa SMP N 1 Harau

DPRD Desak Pemkab 50 Kota Ivestigasi Kasus Bullying MRF Siswa SMP N 1 Harau M. Syukri dan anaknya MRF saat ditemui di kediamannya, Senin (15/7). Foto: Angga

Covesia.com - Wakil Ketua DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, Sastri Andiko meminta Pemkab Limapuluh Kota membentuk tim investigasi terkait adanya siswa SMP Negeri 1 Harau yang mengalami gangguan jiwa akibat dugaan dibully dan dipalak sesama siswa. Di samping itu, pihak sekolah harus objektif dalam memberikan data dan fakta.

“Ini harus ditindak lanjuti oleh Pemkab Limapuluh Kota. Bentuk tim investigasi dan pihak sekolah harus objektif dalam memberikan data maupun fakta," jelas Sastri Andiko kepada Covesia.com, Senin (15/7/2019) saat dihubungi via telepon. 

Baca: Diduga Kerap Dibully dan Dipalak, Seorang Siswa di 50 Kota Alami Gangguan Jiwa

Dia mengatakan, penyebab MRF mengalami gangguan mental dan jiwa harus diselidiki.

"Apa sebab siswa ini mengalami gangguan jiwa? Apakah benar karena intimidasi dari siswa lain atau faktor lain? Jadi informasi ini tidak sepihak hanya dari keluarga,” lanjutnya. 

Sastri juga mengatakan, apabila informasi dari keluarga korban benar akibat bullying dan pemalakan, ini sudah berbahaya bagi sistem pendidikan di Limapuluh Kota. 

Menurutnya, dari kasus itu, ada pembiaran prilaku kenakalan remaja di lingkungan sekolah. Dia mengingatkan, perlu perhataan serius soal kasus tersebut guna mencegah prilaku serupa di sekolah lain.

Baca juga: KPAI Minta Pemda Segera Rehabilitasi Mental MRF Siswa Korban Bullying di 50 Kota

“Jika benar, ini berbahaya sekali. Berarti ada pembiaran. Perlu perhatian serius soal ini agar tidak terjadi di sekolah lain dan ke depannya,” jelas politisi Demokrat.

Sebelumnya M. Syukri, orang tua salah seorang siswa SMP Negeri 1 Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, MRF (15) mengungkapkan anaknya telah mengalami gangguan jiwa sebulan terakhir. 

Diduga apa yang terjadi pada MRF ini akibat aksi bullying yang dilakukan oleh 8 temannya di sekolah sejak 2 tahun terakhir. 

(agg/rdk)

Berita Terkait

Baca Juga