KPAI Minta Pemda Segera Rehabilitasi Mental MRF Siswa Korban Bullying di 50 Kota

KPAI Minta Pemda Segera Rehabilitasi Mental MRF Siswa Korban Bullying di 50 Kota Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) RI, Retno Listyarti

Covesia.com - Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) RI, Retno Listyarti meminta Pemkab Limapuluh Kota harus bergerak cepat untuk melakukan rehabilitasi mental siswa SMP Negeri 1 Harau, MRF (15) yang diduga menjadi korban bullying dan pemalakan oleh sesama siswa di sekolah. Baginya, kasus seperti ini harus ditindaklanjuti dengan cepat untuk menghindari aksi nekat yang berpotensi pada bunuh diri.

“Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota di Sumatera Barat harus segera melakukan pendampingan untuk merehabilitasi korban. Jika dibiarkan dan diserahkan kepada orang tuanya saja, ditakutkan korban bisa nekat untuk bunuh diri,” ujar Retno kepada Covesia.com saat dihubungi via seluler, Senin (15/07/2019).

Bagi Retno, kasus-kasus siswa menjadi korban bullying dan dipalak oleh sesama siswa di sekolah ini cukup banyak di Indonesia. Rata-rata korban menjadi depresi dan mengalami gangguan jiwa. Bahkan banyak juga kasus berujung kepada bunuh diri.

“Di Indonesia banyak fenomena seperti ini. Bahkan sampai bunuh diri. Tidak hanya di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat ini saja. Jadi bisa di simpulkan, masih banyak sekolah di Indonesia yang belum paham dengan Permendikbud no 82 tahun 2015,” ucapnya.

Ia juga mengatakan jika sudah terjadi kasus seperti ini di lingkungan sekolah, berarti ada unsur pembiaran oleh sekolah maupun lingkungan dan orang yang sudah dewasa. Apalagi aksi bulliying yang dialami korban sudah berlangsung selama 2 tahun.

“Jika sudah berlangsung selama 2 tahun, berarti ada pembiaran yang dilakukan oleh sekolah dan lingkungan korban. Disimpulkan juga, mereka juga tidak paham soal Permendikbud no 82 tahun 2015. Jika paham, hal seperti ini pasti tidak akan terjadi,” jelasnya.

Untuk menjamin rehabilitasi dan masa depan MRF , Retno menyarankan kepada keluarga korban melaporkan kasus ini ke KPAI RI. Nantinya, akan diturunkan tim ke Kabupaten Limapuluh Kota untuk melakukan pendampingan rehabilitasi.

“Saya sarankan keluarga melaporkan hal ini secara resmi kepada kami. Lapor saja secara online. Karena agak berat jika keluarga korban harus ke Jakarta. Nanti akan kami dampingi sampai tuntas,” jelasnya. 

(agg/rdk)

Baca juga: Diduga Kerap Dibully dan Dipalak, Seorang Siswa di 50 Kota Alami Gangguan Jiwa

Berita Terkait

Baca Juga