BMKG: Tercatat 27 Kali Gempa Susulan Pasca Gempa Bumi 7,2 SR di Halmahera Selatan

BMKG Tercatat 27 Kali Gempa Susulan Pasca Gempa Bumi 72 SR di Halmahera Selatan Ilustrasi (Ist)

Covesia.com - Gempa bumi yang terjadi pada Minggu (14/7/2019) pukul 16.10 WIB, di wilayah Halmahera Selatan dengan kekuatan 7,2 Scala Richter (SR) yang berpusat terletak pada koordinat 0,56 LS dan 128,06 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 63 km arah timur Kota Labuha, Kabupaten Halmahera Selatan, Propinsi Maluku Utara pada kedalaman 10 km.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas sesar Sorong-Bacan. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi di wilayah Kabupaten Halmahera Selatan ini, dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan dari struktur sesar mendatar," jelas Rahmad Triyono, Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG dalam siaran pers yang diterima, Minggu malam.

Rahmad juga mengungkapkan, guncangan gempabumi ini dilaporkan dirasakan di daerah Obi V MMI (getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun), Labuha III MMI, Manado, Ambon II-III MMI, Ternate, Namlea, Gorontalo, Raja Ampat, Sorong, dan Bolaang Mongondow II MMI. Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami

"Hingga pukul 19.00 WIB, Hasil monitoring BMKG menunjukkan 27 kali aktivitas gempabumi susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar M=5.8 dan magnitudo terkecil M=3.7. 27 gempa tersebut dirasakan di daerah terdekat, khususnya daerah Labuha," ungkapnya.

Lebih lanjut ia berharap kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, dan agar menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun  tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan, sebelum anda kembali kedalam rumah.

"Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi," kata dia.

(ril/don)


Berita Terkait

Baca Juga