Dua Tahun Setelah Dibangun, Pasar Semi Modern Kambang Ditinggal Pedagang

Dua Tahun Setelah Dibangun Pasar Semi Modern Kambang Ditinggal Pedagang Pasar Semi Modren Kambang, Kecamatan Lengayang dalam kondisi kosong ditinggal para pedagang.(Indrayen)

Covesia.com--Dua tahun setelah dibangun, pasar semi modern Kambang, Kecamatan Lengayang yang dibangun Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) ditinggal pedagang, karna kondisi pasar tidak sesuai dengan keinginan pedagang.

Pantauan Covesia.com dilapangan, saat ini kondisi pasar kosong dan tidak dihuni sama sekali oleh para pedagang.  Karna pedagang merasa rugi apaibila berjualan di dalam gedung yang telah dibangun oleh Pemda setempat semenjak tahun 2017 lalu.

Tidak hanya kosong, kondisi pasar kini hanya menjadi tempat parkir kendaraan roda dua milik pedagang, dan diantara kios tampak kumuh dengan serakan sampah seperti tak terurus.

"Sudah setahun ini tidak lagi kami ditempati. Karena kondisi tidak sesuai dengan apa yang kami butuhkan seperti, arsitektur bangunan yang tidak sesuai keinginan, penataan pedagang juga tampak seperti tidak konsisten,"ungkap salah seorang pedagang, Sien (46), kepada Covesia.com Rabu (10/7/2019) 

Ia menambahkan, pasar tersebut hanya ditempati oleh para pedagang selama tiga bulan saja. Karna menurtu pedagang, berjualan didalam gedung yang telah dibangun tersebut membuat omset penjualannya berkurang.

"Habisnya para pembeli tidak ada yang masuk kedalam gedung, pembeli hanya berbelanja sama pedagang yang diluar saja. Akibatnya kami yang didalam rungan terus rugi, bayangkan, berjualan dari pagi kami hanya memdapat omset Rp20 ribu hingga soreh, padahal modal kami sehari menghabiskan Rp250 ribu perhari,"ujarnya

Menurtunya, dengan kondisi seperti itu, dirinya bersama pedagang lain meninggalkan gedung yang telah dibangun oleh Pemkab itu, dan para pedagang kembali berjualan di luar pasar yang telah dibangun.

"Sekarang kami bersama pedagang lainnya yang pernah menepati rungan kembali berjualan diluar," katanya

Sementara pedagang lain Mansir (70) mengatakan, seharusnya pasar tersebut sebelum dibangun harus ditanyakan dulu sesuai. Sementara itu, sejauh itu tidak, sehingga tidak sesuai dengan pedagang.

"Kami ingin bangunan lapak-lapak ini tidak ada. Karena bangunan itu, gerak menjadi sempit. Selain itu, pembeli juga pengap bertransaksi di dalam," terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi UMKM, Perdagangan dan Perindustrian, Azral ketika dihubungi wartawan untuk dikonfirmasi tidak mengangkat sambungan telepon.

Diketahui, pembangunan pasar Kambang ini dilakukan perletakkan batu pertama oleh bupati Hendrajoni pada Minggu 20 Agustus 2017 lalu. Dengan besar anggaran Rp5,8 miliar.

Kontributor: Indra Yen

Berita Terkait

Baca Juga