Soal Polemik Limbah PLTU Ombilin, Irwan: Saya Belum Mendapat Laporan

Soal Polemik Limbah PLTU Ombilin Irwan Saya Belum Mendapat Laporan Irwan Prayitno

Covesia.com - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno mengaku belum mendapat laporan terkait dampak kebocoran limbah FABA (fly ash and bottom ash) PLTU Ombilin yang menyebabkan banyak warga menderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

"Saya baru tahu, belum ada laporan yang saya terima," ujar Irwan ketika dikonfirmasi saat peresmian PPK-BLUD di UPTD Laboratorium Kesehatan, Padang, Rabu (26/06/2019). 

Menurut Irwan, hingga saat ini masyarakat yang terkena dampak tersebut belum ada melaporkan persoalan itu ke pihaknya, sehingga belum dilakukan penanganan lebih lanjut.

Meskipun demikian, Irwan mengatakan, pihaknya akan segera memeriksa dan memastikan asap beracun dari PLTU Ombilin tersebut. 

"Kedepannya kami akan memastikan apakah asap itu memang meresahkan warga dan perlu adanya uji laboratorium, tidak otomatis yang berasap itu beracun," tutur Irwan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sumbar Merry Yuliesday akan berkoordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan Sawahlunto dan meminta data dari Puskesmas Talawi terkait warga yang terserang ISPA tersebut. 

"Saya akan koordinasi dinas kesehatan di situ, hingga kini saya belum ada mendapat laporan terkait pencemaran udara dari asap PLTU Ombilin itu," tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, kondisi kesehatan masyarakat di Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto yang berada di sekitar PLTU Ombilin kian menghawatirkan. Berdasarkan data BPS dalam tiga tahun terakhir terjadi peningkatan jumlah penderita ISPA di daerah itu.

“Jumlah penderita ISPA dari tahun ke tahun kian meningkat. Tahun 2014 terdapat 4.914 penderita ISPA, 2015 mencapai 5.038 orang dan di tahun 2015 dilakukan pemeriksaan kesehatan paru pada 50 murid SDN 19 Sijantang 76% diantaranya telah mengalami penurunan fungsi paru serta mengalami bronkitis kronis dan TB paru,” ungkap Direktur LBH Padang, Wendra Rona Putra saat konferensi pers di Kantor LBH Padang, Senin (24/6/2019).

Lebih lanjut Wendra mengatakan, penyebab utamanya ialah kebocoran limbah FABA (fly ash and bottom ash) ke Sungai Batang Ombilin. PLTU Ombilin telah mengalami kerusakan filter (penyaring) udara pada cerobong tempat saluran akhir pembuangan limbah abu terbang (fly ash). 

Berdasarkan hasil pemantauan kualitas udara di desa Sijantang Koto, Kecamatan Talawi pada minggu terakhir menunjukkan peningkatan partikel mikron (PM) 2,5 yang signifikan situasi ini sudah tak layak untuk dihirup oleh makhluk hidup.

Untuk itu, LBH Padang mendesak PLTU Ombilin segera menghentikan operasional pembangkit tenaga uap sektor Ombilin hingga proses perbaikan selesai.

“Kami juga meminta KLHK untuk mengambil langkah tegas berupa penegakan hukum pidana lingkungan,” katanya.

Kontributor: Muhammad Iqbal

Berita Terkait

Baca Juga