Asita: Jika Pemerintah Tidak Segera Turunkan Harga Tiket Pesawat, Indrustri Pariwisata Akan Mati

Asita Jika Pemerintah Tidak Segera Turunkan Harga Tiket Pesawat Indrustri Pariwisata Akan Mati Ketua Asita Sumbar, Ian Hanafiah (Foto: Covesia/Doni Syofiadi)

Covesia.com - Ketua Asosiasi Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Sumbar, Ian Hanafiah mengatakan, industri pariwisata di Indonesia akan mati jika pemerintah tidak segera mencarikan solusi polemik harga tiket pesawat yang tiba melambung tinggi saat ini.

Ian menilai, lebih dari 50 persen kunjungan wisatawan domestik mengalami penurun akibat mahalnya tiket penerbangan.

"Dalam pertemuan kita di Bali pada tanggal 24 Juni kemaren, lebih dari 50 persen kunjungan wisata domestik drop, orang Jakarta tidak lagi ke Bali, orang Jogya juga, Apalagi orang Sumatera yang jauh," ujar Ian di Padang, Selasa (25/6/2019).

Mahalnya tiket domestik, tren orang Indonesia saat memilih berlibur ke luar negri.

"Kalau yang jaraknya dekat, mereka lebih memilih ke Malaysia, Bangkok dan Korea. Mereka yang memiliki waktu libur panjang cenderung berwisata ke Turki, China belum. Pokoknya semua pilih luar negri," sambung Ian.

Asita sangat mengeluhkan tidak adanya penanganan sesegera mungkin dari pemerintah terkait harga tiket mahal ini. Jika di tahun 2019 pemerintah tidak juga menurunkan harga tiket, dikuatirkan bisnis pariwisata di Indonesia akan mati.

"Kita akan habis jika tahun ini tidak ada perubahan. Jangan harap wisatawan menggunakan jalur darat, karena memakan waktu lama. Sedangkan mereka memilki waktu pendek untuk liburan, paling lama empat hari. Kalau mereka memiliki waktu panjang, lebih memilih ke luar negri, seperti Korea atau Turki," terangnya.

Ke depannya, Asita hanya bisa pasrah dan berharap pemerintah segera mencarikan jalan kelaurnya.

"Kita tidak tau permasalahan apa hingga harga tiket tiba-tiba naik. Kita pernah coba tanya kementeri, jawabnya itu bukan urusan saya. Namun imbasnya pariwisata jadi lesu, UMKM banyak yang mati. Bagaimanapun, intinya kita tetap mensuport bagaimana pariwisat terus dilirik sembari berharap," tutup Ian.

(dnq)

Baca juga: Tourism Malaysia Gencar Promosi di Sumbar Manfaatkan Harga Tiket Murah

Baca juga: Menko Perekonomian Tegaskan Tiket Pesawat Harus Turun Mulai 1 Juli 2019

Berita Terkait

Baca Juga