Jumlah Penderita ISPA di Talawi Meningkat, DPRD Minta PLTU Ombilin Bertanggung Jawab

Jumlah Penderita ISPA di Talawi Meningkat DPRD Minta PLTU Ombilin Bertanggung Jawab Dok. walhi.or.id

Covesia.com - Wakil Ketua DPRD Kota Sawahlunto Hasjoni meminta pihak Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Ombilin bertanggung jawab atas banyaknya masyarakat  terserang ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) akibat kebocoran limbah FABA (fly ash and bottom ash).

"Kita meminta pihak PLTU memberikan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat yang terserang ISPA tersebut, ini tidak boleh dilalaikan," tegas Hasjoni kepada covesia.com melalui sambungan telepon, Selasa (25/6/2019).

Selain upaya memberikan pelayanan kesehatan terhadap warga yang terdampak, Hasjoni juga meminta agar kasus serupa tidak terjadi lagi di kawasan PLTU Ombilin itu.

"PLTU harus berupaya untuk mencari solusi terkait persoalan ini, karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak," imbuh politisi Golkar itu.

Menurutnya, pada 2018 lalu DPRD Sawahlunto sudah melakukan kunjungan ke Kementerian ESDM di Jakarta untuk membicarakan solusi terkait persoalan ini. 

"Waktu itu kita dapat informasi, menurut rencananya awal tahun ini sudah diperbaiki," jelasnya.

Terkait temuan LBH tersebut, pihaknya juga mendorong Pemko Sawahlunto agar ikut berperan aktif dalam mencarikan solusi masalah ini, sehingga kedepannya tidak ada lagi pihak yang dirugikan.

Sebelumnya diberitakan, kondisi kesehatan masyarakat di Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto yang berada di sekitar PLTU Ombilin kian menghawatirkan. Berdasarkan data BPS dalam tiga tahun terakhir terjadi peningkatan jumlah penderita ISPA di daerah itu.

“Jumlah penderita ISPA dari tahun ke tahun kian meningkat. Tahun 2014 terdapat 4.914 penderita ISPA, 2015 mencapai 5.038 orang dan di tahun 2015 dilakukan pemeriksaan kesehatan paru pada 50 murid SDN 19 Sijantang 76% diantaranya telah mengalami penurunan fungsi paru serta mengalami bronkitis kronis dan TB paru,” ungkap Direktur LBH Padang, Wendra Rona Putra saat konferensi pers di Kantor LBH Padang, Senin (24/6/2019).

Lebih lanjut Wendra mengatakan, penyebab utamanya ialah kebocoran limbah FABA (fly ash and bottom ash) ke Sungai Batang Ombilin. PLTU Ombilin telah mengalami kerusakan filter (penyaring) udara pada cerobong tempat saluran akhir pembuangan limbah abu terbang (fly ash). 

Berdasarkan hasil pemantauan kualitas udara di desa Sijantang Koto, Kecamatan Talawi pada minggu terakhir menunjukkan peningkatan partikel mikron (PM) 2,5 yang signifikan situasi ini sudah tak layak untuk dihirup oleh makhluk hidup.

Untuk itu, LBH Padang mendesak PLTU Ombilin segera menghentikan operasional pembangkit tenaga uap sektor Ombilin hingga proses perbaikan selesai.

“Kami juga meminta KLHK untuk mengambil langkah tegas berupa penegakan hukum pidana lingkungan,” katanya.

(lif)


Berita Terkait

Baca Juga