Ini Isi Ceramah Rahmat Baequni yang Sebut Petugas KPPS Meninggal Dunia karena Diracun

Ini Isi Ceramah Rahmat Baequni yang Sebut Petugas KPPS Meninggal Dunia karena Diracun Foto: Twitter

Covesia.com - Jagad media sosial dibuat heboh oleh ceramah Rahmat Baequni yang menyebut petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) meninggal dunia karena diracun. Rahmat menyatakan ada orang lain yang menyebarkan video itu.

Untuk diketahui, dalam video berdurasi 2 menit 20 detik, Rahmat Baequni mengaku mendapatkan informasi bahwa dari ratusan petugas KPPS yang meninggal, ditemukan zat racun berupa gas dalam tubuhnya. Racun tersebut ditemukan melalui periksa laboratorium, bukan autopsi.

Netizen pun geram dan mengkritik ceramah dari Rahmat Baequni. Menurut warganet, Baequni dianggap menyebarkan kabar bohong alias hoaks. Netizen ramai-ramai menyerukan kepada Polri agar segera menangkap Baequni dan mempertanggungjawabkan ucapannya.

Berikut isi ceramah Baequni yang membuat jagat Internet heboh.

Seumur-umur pemilu dilaksanakan, boleh saya jujur? Seumur-umur kita melaksanakan pesta demokrasi, ada tidak petugas KPPS yang meninggal? Tapi kemarin coba, ada berapa petugas KPPS yang meninggal? 229 orang. Itu dari kalangan sipil. Kepolisian ada berapa yang meninggal? Nah, total 390 orang. Sesuatu yang belum pernah terjadi dan ini tidak masuk di akal. 

Bapak-ibu sekalian ada yang sudah mendapatkan informasi tentang hal ini? Tapi ini di skip, ya. Ada kesengajaan. Ketika semua yang meninggal di cek di lab forensik. Apa yang terjadi? Semua yang meninggal ini di dalam cairan tubuhnya mengandung zat yang sama. Zat racun berupa gas yang dimasukkan ke dalam rokok yang disebar di tiap TPS. Tujuannya apa? Untuk membuat mereka meninggal tidak lama, satu atau dua hari, tujuannya apa? Agar mereka tidak memberikan kesaksian tentang apa yang terjadi di TPS, ujar Ustaz Rahmat Baequni.

(sea)

Berita Terkait

Baca Juga