Tanggapan Redaksi Tempo Terkait Putusan Dewan Pers Soal Pemberitaan 'Tim Mawar'

Tanggapan Redaksi Tempo Terkait Putusan Dewan Pers Soal Pemberitaan Tim Mawar Ilustrasi

Covesia.com - Dewan Pers sementara menyimpulkan pemberitaan 'Tim Mawar' di Majalah Tempo terkait kerusuhan di beberapa titik di Jakarta pada 21-22 Mei 2019 merupakan produk jurnalistik investigasi.

Pemred Koran Tempo Budi Setyarso usai agenda klarifikasi, Selasa (18/6/2019) mengatakan, produk jurnalistik investigasi yang tertulis di majalah Tempo tersebut sudah melalui proses verifikasi tim redaksi.

"Verifikasi itu berkaitan dengan bagaimana info awal didapat, lalu dikroscek ke banyak sumber terkait dan hasil itu kita tulis," katanya.

Budi mengatakan, materi yang dipublikasi pada majalah tersebut baru berkisar 30 persen dari info yang ditulis pewarta di lapangan, sementara sisanya dipending karena proses verifikasi data yang belum selesai.

Terkait dengan pencantuman nama Tim Mawar dalam berita tersebut, kata Budi, dikarenakan adanya ungkapan langsung dari salah satu narasumber bernama Fauka Noor Farid bahwa dirinya sebagai Tim Mawar.

"Kami nyatakan bahwa pernyataan itu dikutip dari Fauka. Tim Mawar bukan organ yang formal di Kopassus. Istilah ini adalah kode sandi rahasia tim yang menjalankan misi, lalu kemudian terbongkar sebagai penculikan aktivis 97," katanya.

Dalam pernyataannya, kata Budi, Fauka menjelaskan tentang konteks kenapa Tim Mawar selalu dikaitkan dengan kerusuhan.

"Sebab kalau dirunut, sebetulnya pada 1998 saat sidang pengakuan Tim Mawar datang dari Bambang Kristiono," kata Budi.

Penyebutan Tim Mawar, kata dia, adalah cara komunikasi pihaknya kepada pembaca bahwa itu adalah bahasa jurnalistik.

"Kalau Fauka itu siapa, masyarakat mungkin tidak kenal," katanya.

Budi menambahkan, nama Chairawan tidak disebutkan dalam pemberitaan tersebut meskipun pihaknya sudah wawancarai yang bersangkutan.

"Kita sudah wawancarai Chairawan, dia mengatakan tidak mau namanya dikutip. Kita hormati permintaan itu," katanya.

(ant/rdk)

Berita Terkait

Baca Juga