Mengenal Sosok Eks Presiden Mesir Mohammed Mursi yang Meninggal Usai Jalani Persidangan

Mengenal Sosok Eks Presiden Mesir Mohammed Mursi yang Meninggal Usai Jalani Persidangan Eks Presiden Mesir Mohammed Mursi

Covesia.com - Mantan Presiden Mesir Mohammed Mursi meninggal dunia setelah menjalani sidang. Media pemerintah Mesir menyebut Mursi pingsan saat menjalani persidangan pada Senin (17/6/2019). Dia sempat berbicara di depan hakim sebelum tak sadarkan diri.

"Dia berbicara di depan hakim selama 20 menit, kemudian menjadi sangat bersemangat dan pingsan. Dia segera dilarikan ke rumah sakit tempat dia kemudian meninggal," kata sumber pengadilan seperti dikutip dari Aljazeera, Senin (17/6/2019).

Mursi merupakan presiden pertama yang terpilih secara demokratis dalam sejarah modern Mesir. Mursi dipenjara sejak ia dijatuhkan oleh militer pada tahun 2013 setelah protes massa terhadap pemerintahannya.

Mursi menjalani hukuman 20 tahun karena hukuman atas pembunuhan demonstran selama demonstrasi pada 2012 dan hukuman seumur hidup karena spionase dalam kasus yang berkaitan dengan negara Teluk Qatar.

Mursi lahir di desa El-Adwah Provinsi Sharqiya di kawasan Delta Nil pada tahun 1951. Ia mendalami teknik sipil di Universitas Kairo pada tahun 1970-an sebelum pindah ke Amerika Serikat untuk merampungkan studi tingkat doktoral.

Ia dipilih sebagai kandidat presiden dari Ikhwanul Muslimin dalam pemilihan Mesir tahun 2012 setelah pilihan pertama yang ingin diusung organisasi itu mengundurkan diri.

Mursi menang dengan selisih suara tipis dan berjanji memimpin pemerintahan "bagi seluruh rakyat Mesir".

Namun para penentangnya mengatakan Mursi gagal memerintah selama masa kekuasaan yang bergejolak. Mereka menuduhnya membiarkan kelompok-kelompok berhaluan Islam mendominasi arena politik dan salah urus ekonomi.

Penentangan warga terhadap pemerintahannya bertambah besar dan jutaan orang turun ke jalan-jalan di seluruh Mesir untuk menggelar aksi bertepatan dengan peringatan satu tahun kekuasaan Morsi pada tanggal 30 Juni 2013.

Pada tanggal 3 Juli malam, militer membekukan sementara konstitusi dan mengumumkan pembentukan pemerintahan interim yang diisi oleh para teknokrat sebelum digelar pemilihan presiden baru.

Mursi menyebut langkah tersebut sebagai kudeta dan ia kemudian ditahan oleh militer.

(sea)

Berita Terkait

Baca Juga