Ini Jalan Cerita Kasus Suami Gadai Istri yang Berujung Pembunuhan Salah Sasaran

Ini Jalan Cerita Kasus Suami Gadai Istri yang Berujung Pembunuhan Salah Sasaran Hartono, Kapolres Lumajang, Hori (Foto: Istimewa)

Covesia.com - Fakta-fakta baru terungkap saat polisi melakukan interogasi kepada pelaku dan saksi kasus penggadaian istri Rp 250 juta yang berujung pembunuhan salah sasaran oleh Hori. Hori disebut menipu Hartono, pria yang memberinya pinjaman Rp 250 juta.

Berdasarkan keterangan Hartono, dirinya yang masih berada di Malaysia sempat dikirimi Hori foto seorang perempuan. Hori mengaku perempuan bernama Kholifah tersebut merupakan adik iparnya yang mengajak Hartono bekerja sama untuk berbisnis tambak udang.

"Saya dikirim foto perempuan namanya Kholifah, itu adik iparnya Hori. Kerjanya di tambak, dia yang punya tambak ngajak kerja sama dengan Hori," kata Hartono kepada polisi di Polres Lumajang, Sabtu (15/6/2019).

Tak hanya itu, Hori juga menipu Hartono dengan mengatakan jika Kholifah menyukai Hartono. Akhirnya, Hartono diberi nomor telepon Kholifah dan hubungan dekat keduanya berlanjut hingga dua tahun.

"Di samping itu ada informasi dari Hori bilang dia suka, mau sama saya, dia bilang nanti kamu telfon. Saya sudah telpon-telponan dua tahun dengan Kholifah," imbuhnya.

Namun ternyata, sosok yang selama ini disebut Kholifah ternyata istri Hori sendiri. Hori memang sengaja meminta istrinya berpura-pura menjadi Kholifah atau Rifa. 

"Tapi ndak tau kalau itu (Istri Hori). Saya kan dengar suaranya saja, sama foto tapi cuma tiga kali fotonya ndak ada yg lain," lanjut Hartono.

Tak hanya itu, Hartono mengaku akhirnya dia bekerja sama dengan Hori dan Kholifah untuk berbisnis tambak udang. Hartono kerap mengirim sejumlah uang untuk biaya operasional. Jika ditotal, uang tersebut pun tak sedikit. Jumlahnya ada hingga Rp 250 juta. 

"Sering minta kiriman uang untuk makanan udang habis, yang nelfon Kholifah disuruh Hori. Total ada Rp 250 juta, saya minta dibalikin Rp 120 juta dulu," ucap Hartono.

Sementara berdasarkan pengakuan istri Hori, uang ratusan juta tersebut digunakan Hori untuk judi sabung ayam. Dia tak pernah mendapat uang tersebut.

"Judi sabung ayam. Banyak. Ndak pernah (dikasih uang) saya makan dari kerja di sengon. Uang sendiri," ungkap Istri Hori.

Sementara itu, Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban mengatakan pihaknya menemukan berbagai fakta baru. Arsal menyebut tidak menutup kemungkinan kasus ini bisa masuk ke ranah penipuan.

"Dari interogasi yang saya lakukan, kemungkinan ada unsur penipuan yang dilakukan oleh tersangka Hori kepada Hartono, yang menjanjikan adanya bisnis yang dijalankan, tapi saksi istri Hori sendiri mengatakan kalau Hori tidak pernah ada bisnis tambak udang. dan uang yang dipinjam dari hartono dipakai untuk judi," pungkas Arsal.

Sebelumnya, kasus ini sempat mencuat lantaran Hori meminjam uang kepada Hartono sebesar Rp 250 juta. Sebagai jaminan, Hori menyerahkan istrinya kepada Hartono. Istrinya baru akan dikembalikan ke Hori bila ia telah melunasi utangnya. Selama Hori belum melunasi utangnya, maka istrinya akan tetap bersama Hartono.

Satu tahun berlalu, Hori ingin menebus utangnya kepada Hartono. Tapi Hori tak mempunyai uang. Hori bermaksud menebus utangnya dengan sebidang tanah agar istrinya bisa diambil. Namun niat Hori tak diterima Hartono. Hartono tak ingin uangnya ditebus dengan sebidang tanah, harus ditebus dengan uang. Penolakan itu membuat Hori kecewa.

Karena kecewa, Hori akhirnya merencanakan pembunuhan. Niat Hori membunuh ternyata berakhir salah sasaran. Hori melihat seseorang mirip Hartono dan dibacoklah orang itu dari belakang. Hori kemudian sadar bahwa orang yang dibacoknya bukanlah Hartono, tetapi pria yang akhirnya diketahui bernama Muhammad Toha. Toha tewas dalam perawatannya di rumah sakit.

Sumber: Detikcom

Berita Terkait

Baca Juga