Senator Minta Pemerintah Turunkan Harga Tiket Pesawat

Senator Minta Pemerintah Turunkan Harga Tiket Pesawat Emma Yohanna (tengah) saat melakukan sidak ke Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Selasa (11/6/2019). (Foto: Istimewa)

Covesia.com-Senator asal Sumatera Barat, Emma Yohanna meminta maskapai penerbangan di Indonesia menurunkan harga tiket Pesawat yang sudah melejit sejak akhir tahun 2018 lalu.


"Komite II DPD RI yang bermitra dengan maskapai dan Angkasa Pura sudah secara tegas meminta maskapai menurunkan harga tiket Pesawat. Lebaran sudah usai, harga tiket harus turun. Karena kenaikan tiket Pesawat itu sudah berpengaruh besar terhadap perekonomian terutama di daerah," kata Emma Yohanna saat melakukan sidak ke Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Selasa (11/6/2019).


Menurut Emma Yohanna yang saat ini di Komite II DPD RI, kenaikan harga tiket itu berimbas pada berbagai sektor, khususnya di Sumatera Barat seperti sektor pariwisata, kuliner, transportasi dan lainnya.


"Yang jelas saat ini pengusaha kuliner di BIM merugi tidak laku. Taksi bandara minim penumpang. Mereka menyampaikan keluhannya kepada saya. Untuk itu, kita desak maskapai segera menurunkan harga tiketnya," tegas Emma.


Emma mengatakan wacana pemerintah Indonesia untuk mengundang maskapai asing masuk Indonesia bisa menjadi pembelajaran bagi maskapai Indonesia untuk berbenah.


"Jika maskapai asing bisa menerapkan tiket harga murah, maka tidak ada alasan bagi maskapai Indonesia untuk melakukan hal yang sama. Logikanya kalau maskapai asing bisa, kenapa kita tidak bisa? Ini yang harus dibenahi. Jangan kondisi harga tiket mahal ini terus berlanjut karena bisa berdampak negatif pada ekonomi kita," ujarnya.


Hal senada juga disampaikan oleh ketua Gebu Minang, Buya Boy Lestari yang sangat prihatin akan dampak negatif dari mahalnya tiket pesawat saat ini.


"Pemerintah sudah secepatnya menuntaskan masalah ini. Jangan hanya sebatas wacana. Kasihan masyarakat kita yang sudah jelas terkena imbas negatifnya. Apalagi sektor UMKM yang memanfaatkan jasa pengiriman barang dengan pesawat. Apapun kendalanya, masalah ini sangat serius untuk dituntaskan solusinya,"katanya.

(Hri/utr)

Berita Terkait

Baca Juga