Libur Lebaran, Omzet Pedagang Kuliner Khas Danau Maninjau Agam Meningkat Drastis

Libur Lebaran Omzet Pedagang Kuliner Khas Danau Maninjau Agam Meningkat Drastis Libur Lebaran, Omzet Pedagang Kuliner Khas Danau Maninjau Agam Meningkat Drastis, Minggu (9/6/2019)(Foto: Covesia/ Johan)

Covesia.com - Tingginya volume kendaraan yang melintas di Kabupaten Agam, saat libur hari Raya Idul Fitri 1440 memberi berkah tersendiri bagi para pedagang kuliner khas Danau Maninjau yang berjajar di pinggiran Jalan Raya Lubuk Basung - Bukittinggi, Kecamatan Tanjung Raya.

Salah seorang pedagang kuliner di Nagari Bayua Fina Yulita (19) mengatakan, selama 4 hari terakhir omzet penjualannya meningkat hampir 5 kali lipat dari hari biasanya. 

"Pada hari sebelumnya mendapatkan uang Rp500 ribu saja susah, namun saat lebaran bisa sampai Rp3 juta tiap harinya," ujarnya saat dikonfirmasi Covesia.com, Minggu (9/6/2019).

Dikatakan Fina, makanan berbahan dasar pensi paling laris dan diburu oleh para perantau dan wisatawan yang melintas di sekitar lokasi.

Dalam satu harinya ia bisa menghabiskan 10 hingga 20 liter pensi, sementara makanan berbahan dasar rinuak dan bada sudah terbungkus dan kerap dijadikan oleh-oleh saat kembali ke rumah.

"Pensi dijual sesuai pesanan pelanggan ada yang memesan Rp5 ribu sampai Rp10 ribu sedangkan peyek rinuak dan makanan lainnya sudah terbungkus dan dijual Rp10 ribu/ perbungkus," jelasnya.

Meski sedang diburu pengunjung, para pedagang setempat tidak menaikan harga jual dagangan mereka hal tersebut dikarenakan tidak ingin mengecewakan para pelanggan serta harga beli bahan dasar pembuatan kuliner dari nelayan tidak mengalami kenaikan.

"Saat ini populasi pensi dan bada sedang banyak dan merata, jadi tidak sulit ditangkap dan harga beli pun standar, selain itu para pelanggan sebagian besar sudah tau dan rata-rata dijual dengan harga yang sama oleh pedagang setempat," tutupnya.

( han/don)


Berita Terkait

Baca Juga