Akademisi Unwira Nyatakan Sulit Berharap Prabowo Akui Kekalahan di Pilpres

Akademisi Unwira Nyatakan Sulit Berharap Prabowo Akui Kekalahan di Pilpres Prabowo Subianto

Covesia.com - Akademisi dari Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang, Mikhael Raja Muda Bataona, MA mengatakan, jangan berharap Prabowo Subianto mengakui kekalahan karena terlalu banyak melibatkan para elit yang merasa dirugikan oleh kekuasan Jokowi-Jusuf Kalla saat ini.

"Kalau berharap bahwa Prabowo akan mengakui kekalahan itu sulit. Secara simbolik bisa saja iya.

Tapi secara real akan adanya rekonsiliasi hingga ke akar rumput itu saya kira sangat sulit," kataRaja Muda Bataona kepada Antara di Kupang, Minggu.

Dia mengemukakan hal itu, berkaitan dengan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) dan kesiapanBPN Prabowo-Sandi untuk menerima hasilnya jika MK menolak gugatan.

Selain itu, paslon 02 ini sulit menerima kekalahan karena mempertaruhkan terlalu banyak hal, yangmenjadi dasar perjuangan para pihak yang ada di belakang pasangan calon Prabowo-Sandiaga.

Menurut dia, jika dibaca secara psikologi politik, ketegangan pasca Pemilu Presiden 2019 inimemang sengaja dirawat dan dikehendaki untuk terjadi sedemikian rupa.

Berbeda dengan Pilgub DKI yang begitu menegangkan, bisa langsung turun tensinya karena yangkalah langsung konfrens dan mengakui kemenangan lawannya.

Karena itu, akan sangat sulit bagi Prabowo Subianto untuk menerima kekalahan karena sebagaititik episentrum yang menyatukan banyak pihak yang menyatakan dirinya "oposisi" dengan kekuasaan saat ini, katanya.

Apalagi tampak jelas bahwa, Prabowo Subianto tidak bisa memutuskan sendiri langkah politiknya.

"Jadi untuk ada pernyataan resmi dari pasangan calon nomor urut 02 menerima kekalahan setelah  adanya keputusan MK nantinya, itu akan sulit sekali," katanya menambahkan.

(Antara)

Berita Terkait

Baca Juga