Sosiolog: Energi 'People Power' Lebih Berguna Jika Digunakan untuk Kumpulkan Bukti Kecurangan Pemilu

Sosiolog Energi People Power Lebih Berguna Jika Digunakan untuk Kumpulkan Bukti Kecurangan Pemilu Foto: Detik.com

Covesia.com - Sosiolog Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Sumatera Barat Firdaus menilai energi people power sebenarnya sangat berguna dan berenergi positif jika diarahkan untuk membantu menyediakan bukti-bukti kecurangan pemilu yang dituduhkan belakangan ini.

Pasalnya menurut Mantan Ketua PBHI Sumbar ini, pemanfaatan isu dugaan kecurangan pemilu sebagai penggerak people power tidak relevan dan bahkan sangat berlebihan dalam konteks demokrasi di Indonesia saat ini.

"Kenapa demikian? negara kan menyediakan mekanisme yang konstitusional untuk membuktikan itu (ecurangan pemilu-red). Ada aturannya, dan itu berlapis dan saling melengkapi. Harusnya yang ditempuh jalur ini sebagai warga negara yang taat hukum, bukan people power," ungkapnya kepada Covesia melalui pesan aplikasi Whatsapp, Rabu (22/5/2019).

Pria yang saat ini tengah menempuh studi doktoralnya di Universitas Indonesia ini mengungkapkan people power sendiri merupakan gerakan sosial di luar aturan yang mengandalkan kekuatan massa untuk tujuan menggulingkan kekuasaan yang otoriter dan tidak demokratis.

"Lihat kasus Afrika Selatan, Burma, Filipinan dan negara-negara lain yang pernah melakukan gerakan people power, tujuannya ya untuk menumbangkan kekuasaan yang otoriter dan tidak demokratis itu," tambahnya.

(utr)

Berita Terkait

Baca Juga