Kekalahan Pemilu Dijadikan Penggerak People Power, Pengamat: Preseden Buruk Bagi Sejarah Demokrasi

Kekalahan Pemilu Dijadikan Penggerak People Power Pengamat Preseden Buruk Bagi Sejarah Demokrasi Ilustrasi (Foto: Antara)

Covesia.com - Pengamat Politik Universitas Andalas (Unand) Padang Sumatera Barat, Edi Indrizal menilai tidak relevan isu kalah dan kecurangan pemilu digunakan sebagai senjata untuk mengajak masa melakukan gerakan people power.

Menurutnya wajar saja langkah ini dikategorikan sebagai makar karena sudah merupakan sikap inkonsitusional.

"Nggak relevan dong," ungkapnya melalui pesan aplikasi Whatsapp, Selasa (21/5/2019).

Tidak hanya itu, lanjut Koordinator Lembaga Survei Indonesia (LSI) Wilayah III ini alasan ini sangat muskil karena alasan yang selalu digadang-gadang berupa kecurangan pemilu terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) tidak cukup bukti maka wajar tak didukung mayoritas rakyat.

"Justru ini menjadi preseden buruk bagi sejarah demokrasi kita karena adanya kontestan capres yang berturut-turut ikut pilpres ternyata tidak siap kalah (dan selalu klaim menang)," tambahnya.

Ironisnya lagi, tambahnya, ini sekarang diselimuti fenomena post-truth, sebagian warga pun mudah terpengaruh hanya oleh rasa ketimbang berdasar data dan fakta.

Diketahui rencana aksi people power berbalut Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR) yang akan digelar 22 Mei 2019 di Gedung Bawaslu dan KPU, Jakarta.

(utr)

Berita Terkait

Baca Juga