Belajar dari Sejarah, 'People Power' Muncul Karena Otoritarisme Akut dan Ekonomi Memburuk

Belajar dari Sejarah People Power Muncul Karena Otoritarisme Akut dan Ekonomi Memburuk Sosiolog Unand, Prof Damsar (Foto: Istimewa)

Covesia.com - Sejumlah masyarakat mulai bergerak menuju Jakarta untuk mengikuti rencana aksi people power berbalut Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR) yang akan digelar besok, Rabu (22/5/2019) di Gedung Bawaslu dan KPU.

Baca: Ke Jakarta, Emak-emak Bundo Kanduang Sumbar Akan Demo KPU dan Bawaslu

Sosiolog Universitas Andalas (Unand) Padang Sumatera Barat Prof.Damsar menjelaskan people power dalam suatu negara bisa muncul apabila adanya suatu pemerintahan yang otoriterisme akut dan memburuknya kondisi ekonomi negara itu.

"Contohnya saja dulu di Filipina masa pemerintahan Ferdinand Marcos yang telah menjabat selama 36 tahun, kemudian di Indonesia sendiri di era Soeharto digulingkan pada tahun 1998," terangnya kepada Covesia.com melalui telepon, Selasa (21/5/2019).

Dari Filipina kita melihat, lanjut Damsar munculnya people power karena adanya keakutan otoritarisme dari pemimpin sehingga menyebabkan pemilu disana penuh dengan kecurangan.

Begitu juga di era Soeharta di Indonesia, Lanjutnya, people power kala itu muncul karena begitu lama pemerintahannya kemudian adanya otoriterisme akut, ekonomi memburuk dan usai pemilu.

"Dari dua peristiwa ini bisa kita lihat bahwa people power dapat muncul ketika adanya otoritarisme akut ditambah dengan memburuknya ekonomi suatu negara. Yang jadi pertanyaan apakah kondisi di Indonesia saat ini sudah seperti itu? Tentu yang merasakan itu masyarakat sendiri" ujarnya.

Sebenarnya kekalahan pemilu bukan faktor utama munculnya gerakan people power karena lanjut Damsar, otoriterisme akut dan ekonomi buruk yang mengundang munculnya aksi ini.

Tidak hanya itu, dalam aksi people power juga harus ada pemimpin yang dianggap masyarakat mampu memahami kondisi yang mereka rasakan sehingga mampu menggerakan masa ini.

"Waktu 1998 dulu ada Amien Rais sebagai pemimpinnya," tambahnya.

(utr)

Berita Terkait

Baca Juga