Begini Nasib Nasabah Korban Penggelapan Uang oleh Oknum Karyawan Bank

Begini Nasib Nasabah Korban Penggelapan Uang oleh Oknum Karyawan Bank Ilustrasi - pixabay

Covesia.com - Dunia perbankan Sumatera Barat ribut dengan peristiwa penggelapan uang nasabah oleh oknum karyawan dan pegawai bank. 

Sebelumnya onknum karyawan BRI Payakumbuh menilap uang hinnga kerugian ditaksir miliaran rupiah untuk judi online. Baru-baru ini, pegawai BNI Bukitinggi juga melakukan hal yang serupa dengna jumlah kerugian yang hampir sama. Menilap uang nasabah dengan modus pengajuan kredit. 

Namun, bagaimana nasib dana nasabah yang telah beralih tangan ke terduga oknum penggelapan ini? 

Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan Wilayah Sumatera Barat, Rizky Jati Nugroho mengatakan penggantian kerugian nasabah tersebut merupakan kebijakan internal Bank berdasarkan hasil investigasi internal maupun aparat penegak hukum. Untuk mendukung proses tersebut, nasabah juga harus melengkapi aduan dengan dokumentasi yang memadai. 

"Menjaga kepercayaan nasabah merupakan tanggung jawab Bank. Sehingga BRI maupun BNI harus melakukan penyelidikan dan investigasi baik melalui Satuan Kerja Audit Intern maupun dengan bantuan aparat penegak hukum. Apabila terdapat nasabah yang dirugikan, dapat segera membuat laporan, baik kepada Bank terkait, aparat penegak hukum maupun pengaduan kepada OJK. Tentunya pengaduan tersebut juga dilengkapi dengan data atau dokumen yang memadai,” kata Rizky kepada Covesia.com ketika dihubungi via Seluler, Senin (20/5/2019). 

Jika pihak Bank tidak merespon komplain maupun klaim dari nasabah, nasabah dipersilahkan melaporkan hal tersebut ke kantor OJK Sumbar di Padang. 

“Jika pengaduan tidak ditanggapi oleh pihak Bank atau tanggapan yang diberikan kurang memuaskan, dipersilahkan kepada nasabah untuk melaporkan hal tersebut kepada OJK Sumbar di Padang. Kami akan bantu mediasi dan klarifikasi dengan pihak Bank terkait,” ujar Rizky.

Mengenai modus karyawan Bank BRI yang mengambil uang kredit nasabah tetapi tidak menyetor ke Bank, hal tersebut akan sedikit sulit dibuktikan dan diklaim karena tidak terbaca oleh sistem bank. 

Namun bisa diklaim jika ada salinan slip setoran yang diberikan oleh oknum tersebut atau oknum tersebut mau mengakui. 

“Penggantian dana nasabah merupakan kebijakan Bank yang tentunya didahului dengan serangkaian proses investigasi dan sepanjang terdapat bukti serta tercatat dalam sistem pembukuan Bank. Jika tidak disetor ke bank uang nasabah, tidak akan terbaca oleh sistem. Tetapi nasabah tetap dapat melakukan pengaduan dengan dilengkapi bukti atau apabila oknum tersebut telah mengakui perbuatannya” katanya. 

Sebelumnya, Coorporate Secretary Bank BRI, Bambang Tribato dalam rilis pers, Sabtu (18/05/2019) mengaku pihaknya telah berkordinasi dengan penegak hukum terkait penggelapan dan korupsi dana bank BRI oleh salah seorang karyawan BRI Payakumbuh, AG (32). 

Bahkan AG saat ini sedang diproses secara internal soal sanksi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Namun soal kerugian materi yang ditimbulkan, BRI akan meminta pertanggungjawaban kepada AG dan diselesaikan melalui saluran hukum. 

(agg/rdk)

Berita Terkait

Baca Juga