Dana Nasabah BRI Ditilap untuk Judi Online, Peneliti LIPI: Moralitas Pegawai Perlu Diperbaiki

Dana Nasabah BRI  Ditilap untuk Judi Online Peneliti LIPI Moralitas Pegawai Perlu Diperbaiki Ilustrasi- uang hasil korupsi.

Covesia.com- Uang Rp 1 miliar lebih hasil korupsi dan penggelapan salah seorang oknum Karyawan Bank BRI Payakumbuh, Sumatera Barat, AG (32) mayoritas habis untuk bermain judi online.

Terkait kasus ini, Kepala Pusat Penelitian Ekonomi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Agus Eko Nugroho mengatakan, masalah ini muncul berkaitan dengan informasi asimetris antara pelaku dan pengguna. 

"Ini yang kemudian menimbulkan masalah moral hazard: manipulatif, korupsi dan beragam penyelewengan," kata Agus saat dihubungi Covesia.com, Sabtu (18/5/2019).

Ia menjelaskan bahwa kontrol dan pengawasan bank pada umumnya dilakukan dengan sistem rolling secara reguler, komitmen penuh bila terjadi kesalahan dan supervisi bertingkat.

BacaOknum Karyawan BRI Gelapkan Miliaran Uang Nasabah untuk Judi Online

Ia pun menyebut bahwa Internal auditing juga biasa dilakukan. Namun, jelas dia, problem di bisnis finansial itu berkaitan dengan risiko moral (moral hazard), baik pada tataran pelaku penyedia layanan keuangan atau pun pengguna. 

Menurut dia, pengawasan internal selamanya tidak akan sempurna dan selalu akan ada celah, karena problema asimetris tadi. 

"Membangun pegawai yang jujur dan kredibel sebenarnya kunci utama meskipun mekanisme yang selama ini ada dapat terus dilakukan," ujar dia.

Ia mengatakan bahwa problema inti dalam kasus ini adalah di moralitas. "Maka perbankan harus terus menguatkan moralitas dan etika ini melalui interaksi antar karyawan/manajer yang lebih sering," jelas dia.

Selain itu, aktivitas keagamaan juga sangat penting untuk membangun moralitas dan kredibilitas setiap pegawai. "Bisnis bank esensinya amanah ini yang jarus ditekankan setiap saat kepada semua karyawan pada berbagai tingkatan," kata dia.

Sebelumnya diberitakan, AG ditangkap Kejaksaan Negeri Payakumbuh berkaitan dugaan kasus penggelapan dan korupsi dana nasabah yang ditaksir mencapai miliaran rupiah.

Baca juga: Polisi: Baru Satu Korban Melapor soal Kasus Penggelapan Dana di BRI Payakumbuh

Ada tiga modus yang digunakan AG untuk 'menyikat' uang nasabah dengan cara haram. 

Pertama AG membujuk nasabah untuk mengambil kredit di Bank BRI, namun setelah dana tersebut cair, jumlah pinjaman dikurangi dengan cara membuat dokumen palsu.

Kedua, tersangka menggelapkan setoran nasabah yang tidak dimasukkan ke kas bank BRI.

Terakhir, tersangka mengambil jaminan pinjaman nasabah tanpa sepengetahuan pimpinan dan dijadikan agunan untuk pinjaman ke bank tanpa sepengetahuan nasabah.

Kejaksaan Negeri Payakumbuh pun telah melakukan penahanan terhadap tersangka. AG dijerat pasal 2 dan 3 UU no 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi (Tipikor).

(jon)


Berita Terkait

Baca Juga