Karyawan BRI Payakumbuh Pencolong Dana Nasabah Bakal di PHK

Karyawan BRI Payakumbuh Pencolong Dana Nasabah Bakal di PHK Ilustrasi Penjara

Covesia.com - Oknum karyawan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Payakumbuh, Sumatera Barat (Sumbar) yang menggelapkan dana nasabah untuk bermain judi online hingga Rp1 Miliar lebih, bakal didepak dari tempatnya bekerja. AG (32) oknum karyawan BRI tersebut, saat ini sedang dalam proses Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Demikian disampaikan Corporote Secretary Bank BRI, Bambang Tribaroto, melalui keterangan pers yang diterima covesia.com, Jumat (17/2/2019) malam.

"Kami telah berkoordinasi dengam pihak berwenang untuk dapat menyelesaikan kasus hukum tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ujarnya.

Dikatakan, selain sanksi PHK, AG juga akan dituntut tanggungjawabnya  terhadap segala kerugian yang ditimbulkan akibat kasus tersebut dan akan diselesaikan melalui saluran hukum.

Seperti diberitakan, AG merupakan Karyawan Bank BRI Payakumbuh yang harus berurusan dengan aparat hukum karena menggelapkan dana nasabah Rp 1 milyar lebih. Mayoritas, uang tersebut dihabiskan untuk bermain judi online.

 “Uang yang digelapkan dan dikorupsi lebih dari satu miliar rupiah. Mayoritas habis untuk judi online,” ujar Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Payakumbuh, Nazif Firdaus kepada wartawan, Kamis (16/5/2019).

Sebelumnya, kepala Kejaksaan Negeri Payakumbuh, Nur Tamam SH mengatakan pihaknya telah melakukan penahanan kepada salah seorang oknum Karyawan Bank BRI Payakumbuh Unit Nusantara Barat Koto Nan Ampek karena telah melakukan penggelapan dana nasabah dan korupsi uang Bank BRI. Praktek ini telah berlangsung sejak tahun 2018 yang ditaksir berjumlah miliaran rupiah.

Modus oknum ini ada tiga macam. Pertama AG membujuk nasabah untuk mengambil kredit di Bank BRI, namun setelah dana tersebut cair, jumlah pinjaman dikurangi dengan cara membuat dokumen palsu.

Kedua, menggelapkan setoran nasabah yang tidak dimasukkan ke kas bank BRI dan yang terakhir mengambil jaminan pinjaman nasabah tanpa sepengetahuan pimpinan. Kemudian menjadikan boroh untuk pinjaman ke bank tanpa sepengetahuan si nasabah.

“Karyawan bank ini kami kenakan pasal 2 dan 3 UU no 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi (Tipikor) karena sudah merugikan negara. Pasalnya, BRI adalah BUMN yang mendapatkan subsidi oleh negara,” kata Nur Tamam.

Namun untuk memastikan berapa jumlah kerugian negara akibat ulah AG ini, Nur Tamam belum bisa menjawab karena masih menunggu hasil pemeriksaan dari BPKP.

“Kami masih menunggu hasil dari BPKP. Berapa angka kerugian negara. Jika sudah keluar hasilnya, kemungkinan kasus ini sudah bisa dilimpahkan ke pengadilan,” ujarnya.

(sea)


Baca: Tilap Uang Hingga Miliaran, Begini Modus Oknum Karyawan BRI Cabang Payakumbuh Beraksi


Berita Terkait

Baca Juga