KPAI Mengutuk Keras Pelaku Dugaan Pembunuhan Anak di Pasaman

KPAI Mengutuk Keras Pelaku Dugaan Pembunuhan Anak di Pasaman Komisioner KPAI, Jasra Putra (Ist)

Covesia.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengutuk keras pelaku dalam kasus dugaan pembunuhan terhadap anak dibawah umur di Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat.

"Sangat mengutuk keras. Ini merupakan sebuah tindakan kejahatan (kriminal) yang sadis yang mengakibatkan korban anak dibawah umur meregang nyawa,"ungkap Komisioner KPAI, Jasra Putra kepada Covesia.com, melalui sambungan telepon, Jumat (17/5/2019).

Menurut Jasra, pelaku tersebut harus ditindak dan dihukum dengan seberat-beratnya. "Kalo memang benar, bisa jadi kasus ini pembunuhan berencana. Makanya pelaku harus diburu dan dihukum dengan maksimal," tegasnya.

Pihaknya kata dia, sangat mendukung aparat Kepolisian setempat untuk segera mengusut dan mengungkap kasus dugaan pembunuhan terhadap anak dibawah umur tersebut.

"Kita semua harus mendukung aparat penegak hukum dalam hal ini. Kami mengajak kepada masyarakat, tokoh adat serta niniak mamak untuk bisa ikut membantu pihak keolisian dalam pengungkapan kasus ini. Kalau memang ada dapat informasi yang menjurus kepada pelaku, jangan segan-segan untuk disampaikan. Agar pelaku segera ditangkap," katanya.

Pihaknya juga meminta kepada para orangtua untuk senantiasa melakukan pengawasan yang intensif terhadap aktifitas anak dirumah.

"Belajar dari kasus ini, kepada krang tua tingkatkan pengawasan terhadap anak. Jangan biarkan berlarut-larut hingga tengah malam dengan aktifitas yang tidak perlu di luar rumah. Pantau pergaulannya. Kemudian juga kepada pihak sekolah untuk terus meningkatkan pengawasan terhadap anak. Ini juga antisipasi masuknya tindakan kriminal kedalam lingkungan sekolah," ujarnya.

Jasra juga meminta kepada pihak keluarga untuk tetap tabah dan ikhlas menerima cobaan ini. "Kami turut berduka. Semua ini tentu sudah kehendak dari yang kuasa. Kepada pihak keluarga kami minta tetap tabah dan sabar sembari menunggu hasil penyelidikan kepolisian," tukasnya.

Sbelumnya, bocah Rahmat Sah (10) yang sempat dilaporkan hilang ditemukan warga dalam keadaan nahas tak bernyawa di sebuah Kebun Coklat daerah Simpang Mangga Maninjau, Nagari Panti Kecamatan Panti, sekira pukul 13.00 WIB siang (16/05) kemaren.  Hingga saat ini pihak Kepolisian masih terus menyelidiki dan pengungkapan kasus tersbut.

(Heri)

Berita Terkait

Baca Juga