Primadoni, Jurnalis di Kota Padang ini Alami Penyakit Langka Usai Liputan Pemilu

Primadoni Jurnalis di Kota Padang ini Alami Penyakit Langka Usai Liputan Pemilu Primadoni saat dikunjungi Wakil Gubernur Sumbar bersama dengan Kepala Dinas Kesehatan Sumbar Merry Yuliesdai, dan tiga orang Dokter ahli saraf, Selasa (14/5/2019)

Covesia.com - Primadoni (38), salah satu wartawan media online di kota Padang saat ini hanya terbaring lemah tak berdaya di rumah kediamannya di kompleks Kebun Indah Sungai Sapih, Kecamatan Kuranji, Kota Padang. Doni mendadak terserang penyakit langka hingga tak bisa menggerakan kedua kaki dan tangannya.

Kondisi tersebut ia rasakan sejak pulang dari melakukan tugas liputan bersama Bawaslu di Kabupaten Dharmasraya pertengahan bulan April lalu.

Awalnya Doni merasa kedua kaki dan tangannya sama sekali tidak bisa digunakan untuk beraktifitas. Doni hanya bisa dibantu oleh istri dalam melakukan aktifitasnya.

Kondisi yang menimpa Primadoni ini ternyata menyita perhatian Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit. Beliau menyempatkan diri mendatangi rumah kediaman Primadoni, Selasa (14/5/2019).

Wagub datang bersama dengan Kepala Dinas Kesehatan Sumbar Merry Yuliesdai, dan tiga orang Dokter ahli saraf.

"Di balik kerja keras peliputan dalam pemilu. Doni wartawan Sumbar, sepulang monitoring pemilu dengan Bawaslu Sumbar di Dhamasraya, tiba-tiba kaki dan tangannya tak ada tenaga untuk difungsikan. Kasihan sekali saat ini Doni hanya bisa duduk atau tidur. Ada istrinya yang sehari-hari ibu rumah tangga dan dua anak yang masih sangat kecil," kata Nasrul Abit.

Nasrul Abit menambahkan kedatangannya tidak hanya melihat dan memberikan support kepada Primadoni. Namun juga untuk memastikan jenis penyakitnya. 

Sudah sempat di rawat di BMC dan menjalani sejumlah tes tapi semua normal. MRI di SPH menunggu antrian panjang dan masih tak menemukan penyakitnya, ujar Nasrul Abit.

Untuk pengobatan, pilihan sangat sulit. Satu alat di M Djamil tak di cover BPJS dengan biaya fantastis. Satu alat lainnya, sedang rusak. Sementara ada saran berobat dengan rujukan ke RSCM Jakarta.

Tentu berobat ke RSCM bukan hal sederhana. Satu satu yang bisa dilakukan dalam waktu dekat adalah physiotheraphy  di RS M Djamil, ungkap Wagub Sumbar.

dr.Dedi Sutia,Sp.s salah satu dokter ahli syaraf menyebutkan kalau berdasarkan hasil pengamatan sementara, Primadoni di diagnosa mengidap penyakit Guillain-Barre syndrome (GBS). Penyakit ini terbilang langka, yang diserang adalah jaringan saraf kaki dan tangan hingga tak bisa digerakan.

Guillain-Barre syndrome (GBS) adalah sebuah gangguan sistem kekebalan tubuh yang menyerang saraf. Lemah dan kesemutan pada kaki, biasanya menjadi gejala yang paling awal. Dalam bentuk yang paling parah, sindrom ini adalah darurat medis yang membutuhkan perawatan secara inap,  ujarnya.

Dedi menjelaskan Guillain-Barre syndrome ini terdiri dari beberapa jenis. Tentu, kita harus mencari tahu dulu ini bagian dari lembaran jenis yang mana sehingga kita dapatkan penanganan yang lebih spsifik dan perkiraan kemungkinan akan kesembuhan terhadap pasien.

Salah satu langkah yang akan diambil saat ini adalah, melakukan sejumah pemeriksaan terhadap pasien. Disamping iu, juga akan melakukan rehabilitasi motorik atau physiotherapy untuk megembalika kekuatan motoriknya.

"Kita sarankan juga ke Jakarta untuk memastikan diagnosis tipe atau jenis dari Guillain-Barre syndrome ini," ungkap Dedi.

(sea)

Berita Terkait

Baca Juga