SBY Dinilai Ingin Gabung ke Kubu Jokowi Tanpa Dapatkan Label

SBY Dinilai Ingin Gabung ke Kubu Jokowi Tanpa Dapatkan Label Dok. Prabowo Subianto berjabat tangan dengan SBY sebelum melakukan pertemuan tertutup di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Senin (30/7/2018).

Covesia.com - Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi menilai kalau Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kini sedang mencari pintu untuk masuk ke kubu Capres nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi secara halus. Teddy melihat SBY ingin bergabung ke kubu Jokowi tanpa mendapatkan label "pengkhianat".

Teddy melakukan analisis terhadap kisruh Partai Demokrat dengan koalisi Indonesia Adil dan Makmur. Yang dilihat olehnya ialah kini SBY tengah mencari cara untuk masuk ke dalam kubu Jokowi.

"Analisis saya, @SBYudhoyono sedang mencari pintu masuk ke kubu Jokowi secara soft. SBY tentu malu kalau terlalu kasar masuk ke kubu Jokowi, dia tidak ingin dibilang pengkhianat. Dia tidak ingin dibilang demi dapatkan jabatan untuk anaknya, lalu dia berkhianat. Harus ada alasan kuat..," kata Teddy melalui akun Twitternya @TeddyGusnaidi pada Sabtu (11/5/2019).

Dilansir dari suara.com, jaringan covesia.com, analisis Teddy tersebut tidak terlepas dari tindakan yang selama ini dilakukan oleh politisi Demokrat Andi Arief, Eggi Sudjana dan Kivlan Zein. Teddy melihat ketiga tokoh tersebut memiliki peran untuk membuka pintu bagi Demokrat.

"Kivlan Zein dan Eggi diskenariokan menyerang Andi Arief, lalu Andi Arief berbalas pantun dengan Kivlan dan Eggi. Yang nanti melebar sampai menyenggol BPN dan Prabowo," ujarnya.

Teddy melihat upaya Demokrat untuk keluar dari koalisi pendukung Prabowo - Sandiaga dilakukan secara terang-terangan. Pasalnya, Teddy melihat sikap Demokrat yang kini malah berupaya terlihat lurus, berbeda dengan partai lainnya.

"Mereka perlahan mulai menarik tim yang biasa menyerang Jokowi, tentu tidak semua ditarik. Sinyal awal seolah-olah mereka objektif. Sikap mereka pun berubah," ujarnya.

"Tapi sikap itu tentu tidak cukup, harus ada alasan yang sangat kuat sehingga mereka bisa full diterima dan berada di kubu Jokowi," tandasnya.

(lif)

Berita Terkait

Baca Juga